Pages

Subscribe:

Kamis, 29 Mei 2014

tajam


Penamu tajam, tulisanmu kejam
Sakitnya terasa dengan mata terpejam
Terasa pekat tiap detik, menit dan jam
Kau sembelih aku seperti seekor ayam
Lalu kau masak dengan sayur bayam
Kau bandingkan diri dengan Umar Kayam?
Sebaiknya kau pergi saja menyelam
Masuk ke dasar lautan yang dalam
Jadi gundik dewa Poseidon yang kelam!
Kau tak lebih tinggi dari kecoa
Nalurimu mencari barang tak berharga
Lalu kau garisbawahi dengan hitamnya tinta
Sebab kau tak pernah mengenal cinta
Kosakatamu penuh dengan istilah derita
Dengan itu kau malah berbangga?
Hey, engkau dengan muka badak
Yang amat senang menunggak pajak
Kau tutupi muka hitammu dengan bedak
Dari rumahmu tak berani beranjak
Bukan masalah berani atau tidak
Tapi karena kau ini bukan orang bijak!
Maka itu dengar ini kritik pedas
Agar jumawamu sedikit turun kelas
Sehingga untukmu makin nampak jelas
Takar dahulu kata-katamu dengan gelas
Supaya suaramu tidak kasar dan keras
Seperti layaknya kertas ampelas!

kau balas dengan air tuba

Janganlah kau begitu kakanda
Anggap aku gagal sebagai bunda
Lihat, tolong lihat situasi anakanda
Keberhasilan hidup mereka di Kanada
Tak sedikitpun kesusahan yang melanda
Apa kau melihat dengan kaca mata kuda?
Kemudian kau katakan, itu hanya bercanda?
Sakit hatiku kau berkata begitu
Di sini ini anak kita yang satu itu
Hidupnya berat menyandang batu
Berjalan di atas kerikil tanpa sepatu
Katanya, cacat mentalnya tak hanya satu
Kau tahu, sejak kecil dia telah buka kartu
Dengan lawan jenis tak mau bersatu
Tapi, seorang ibu senang punya mantu
Di sana dia nasibnya tidak seperti hantu!
Kebahagiaan mereka itu yang paling penting
Apa peduliku dengan semua anggapan sinting?
Dia begitu, sama halnya punya rambut keriting
Aku telah didik anak itu supaya tahan banting
Badai dahsyat tak ganggu dahan dan ranting
Kuajari dia moral, lipatan jangan digunting
Agar hidupnya dari jalur baik tak terpelanting
Kau berani bilang anak kita tak bermoral?
Aku bilang, kau berpikir seperti kopral
Tidak bisa berpikir sendiri secara kultural
Cobalah kau bersikap seperti seorang jendral!

Umpomo kowe ngerti..... sakjroning atiku nangis....


. nanging... opo pantes aku neteske loh iki kanggo sliramu?
Trenyoh rasaneng ati yen kelingan pangucap mu
Opo sa iki... sing kudu tak tindak ake marang sliramu????????
Ati iki rasane koyo wis tatu
Nanging.... aku wis kebacut tresno
Atiku ra biso selak
Yo mung sliramu sing tak gadang
Bisa dadi gantilaning bebrayan
Nanging saiki.........aku ra ngerteni .maneh tuluse atimu .. ........
Batin iki gur biso nelongso
Arep sambat karo sopo
Aku wus kebacut tresno
Muga muga ....kanti aksara iki
Sliramu mangerteni kahananku
Kang sejati
Aku ora selak..... aku ora bakal cidro ing janji
Muga muga...
Gusti kang moho Agung...
Ngijabahi aku lan sliramu
Biso mlaku gegandengan nganti kaki nini
Aamiin

Hk.. senin 19 mei 2014 jam 2.36 dini hari
Kanggo sliramu

DI BALIK AWAN


DI BALIK AWAN

Sepercik api
membakar ilalang kering
awan pekat bagai cendawan

Arakan mega menggumpal
wajah langit mulai mengelam
di balik awan,lidah petir saling melilit
benarkah,pertanda datangnya turun hujan

Burung bangkai berdatangan
tatapan matanya semakin jalang
air liurpun terlihat deras menetes

Aroma kematian
membuatnya makin beringas
aliran darah terasa bergolak
memenuhi sendi,getarkan urat nadi

Ada yang kebingungan
berlarian kesana kemari
mencari celah,diantara kobaran api
ingin melepaskan diri,dari jaring kematian

16 Mei 14. Sepercik api
membakar ilalang kering
awan pekat bagai cendawan
Arakan mega menggumpal
wajah langit mulai mengelam
di balik awan,lidah petir saling melilit
benarkah,pertanda datangnya turun hujan
Burung bangkai berdatangan
tatapan matanya semakin jalang
air liurpun terlihat deras menetes
Aroma kematian
membuatnya makin beringas
aliran darah terasa bergolak
memenuhi sendi,getarkan urat nadi
Ada yang kebingungan
berlarian kesana kemari
mencari celah,diantara kobaran api
ingin melepaskan diri,dari jaring kematian

SANG BAYU


SANG BAYU

Jalan ini
terasa menyempit
mengecil dan menghimpit
penuh lubang juga bergelombang

Jalan ini
kian sepi nan lengang
tak ada lagi yang melewatinya

Kemanakah
hilangnya sang bayu
seakan enggan berhembus

Burung-burungpun
malas menari bernyanyi
hanya diam duduk termangu

Sang kenari
menatap luruhnya dedaunan
berjatuhan berserakan di sepanjang jalan

20 Mei 14. Jalan ini
terasa menyempit
mengecil dan menghimpit
penuh lubang juga bergelombang
Jalan ini
kian sepi nan lengang
tak ada lagi yang melewatinya
Kemanakah
hilangnya sang bayu
seakan enggan berhembus
Burung-burungpun
malas menari bernyanyi
hanya diam duduk termangu
Sang kenari
menatap luruhnya dedaunan
berjatuhan berserakan di sepanjang jalan

SEHARUM BUNGA


Begitu indah terasa
apa yang telah terberikan
membuatku terjatuh dan melayang
Harumnya tubuhmu
seharum bunga melati
kumbang-kumbangpun terlena
Lentik bulu matamu
sekentik jemari tangan bidadari
Kau
petik dawai harpa
senandungkan nada getaran jiwa
getarkan ceruk relung terdalam
Kau tebarkan
indahnya jaring jala sutera
para kumbang terjerat tak berdaya
hanya tertunduk dan ada yang diam menatap
17 Mei 14.

Seperti Mimpi

 

Seperti Mimpi

Kelebatmu menusuk bayangku, bahkan merobeknya, apakah kau sengaja?
Anehnya, tak terasa menyakitiku, seakan hanya sehelai angin yang mengelus lalu pergi tak tinggalkan apapun

Ada rasa aneh yang menyelinap, entah apa itu..
Hinggap di ujung rindu yang menjuntai tapi tak memetik pucuknya, bahkan tak menyentuhnya
Dan rasa yang kemarin tlah menghilang, tak ada rasa...

Kelebatmu diam tak menyakitiku, hanya sekedar elusan, mungkinkah kau sengaja?
Aku bahkan lupa jika pernah mengenalmu, tak kusadari...
Maafkanlah

Sidoarjo, 27-5-14 Kelebatmu menusuk bayangku, bahkan merobeknya, apakah kau sengaja?
Anehnya, tak terasa menyakitiku, seakan hanya sehelai angin yang mengelus lalu pergi tak tinggalkan apapun
Ada rasa aneh yang menyelinap, entah apa itu..
Hinggap di ujung rindu yang menjuntai tapi tak memetik pucuknya, bahkan tak menyentuhnya
Dan rasa yang kemarin tlah menghilang, tak ada rasa...
Kelebatmu diam tak menyakitiku, hanya sekedar elusan, mungkinkah kau sengaja?
Aku bahkan lupa jika pernah mengenalmu, tak kusadari...
Maafkanlah
Sidoarjo, 27-5-14

Memandangi Rembulan



Memandangi Rembulan

Kemarin,
Katamu aku akan diajak ke bulan, agar dapat kuwarnai langit sepanjang perjalanan dengan senyumku yg merah jambu, juga kuning hijau dan biru

Sungguh, janjimu menjuntai dan tertulis dari a - z, sangat dalam kau tanamkan, hingga kurangkai menyerupai lagu agar dapat kubawa ke bulan

Katamu, ke bulan kita akan menancapkan selembar kartu yang telah kita lukisi dan susun sebait puisi indah agar kelinci dan srigala yang mampir ke sana membacanya, lalu mengikat janji seperti kita

Ternyata, janjimu melemparkan jiwaku ke langit hitam dan tak berbintang, hatiku basah oleh hujan dan laguku menangis kencang, memanggil angin dan mengusir gemintang, hingga bibirku membiru, tak kuat menatap wajahmu

Langit hitam menikam rasa
Seolah ada seraut menyeramkan yang hadir dan menutupi langit
Maka  rasa ini menjadi resah.

Aku menengadah
Mencari wajahmu di semburatnya rembulan yang muncul malu-malu,
Tak kutemukan
Apakah aku salah jalan ?

 Sidoarjo, 29-5-14 Kemarin,
Katamu aku akan diajak ke bulan, agar dapat kuwarnai langit sepanjang perjalanan dengan senyumku yg merah jambu, juga kuning hijau dan biru
Sungguh, janjimu menjuntai dan tertulis dari a - z, sangat dalam kau tanamkan, hingga kurangkai menyerupai lagu agar dapat kubawa ke bulan
Katamu, ke bulan kita akan menancapkan selembar kartu yang telah kita lukisi dan susun sebait puisi indah agar kelinci dan srigala yang mampir ke sana membacanya, lalu mengikat janji seperti kita
Ternyata, janjimu melemparkan jiwaku ke langit hitam dan tak berbintang, hatiku basah oleh hujan dan laguku menangis kencang, memanggil angin dan mengusir gemintang, hingga bibirku membiru, tak kuat menatap wajahmu
Langit hitam menikam rasa
Seolah ada seraut menyeramkan yang hadir dan menutupi langit
Maka rasa ini menjadi resah.
Aku menengadah
Mencari wajahmu di semburatnya rembulan yang muncul malu-malu,
Tak kutemukan
Apakah aku salah jalan ?
Sidoarjo, 29-5-14

HUJAN PERTAMA DI TENGAH HUTAN

Kidung Glagah Seta



 Tetes-tetes hujan berjatuhan di seputar kolam
di tengah hutan menerbangkan debu-debu
dan rumput kering sisa kemarau yang banyak
berserakan di pinggir kolam, lalu hujan turun
semakin lebat mericik sepanjang malam


Kemarau benar-benar telah pergi sejak hujan
pertama turun sore ini, tak ada lagi gigitan
terik matahari di gigir bumi yang sering pedih
bagai sayatan pisau di atas daging, yang
sering runcing seruncing duri menancap
di pori-pori daging
Hujan yang mericik sejak sore hingga tengah
malam di hutan itu sungguh menjawab doa-
doa malam yang sering dilantunkan bunga
rumput yang acap kehausan bila diterpa
sinar surya yang mencekam,
Hujan telah kembali meneduhkan hati rawan,
menyingkirkan siksa agar pergi meski hanya
sekedar penundaan, meski kelak akan pulan
 

Sebuah Pemakaman


Pagi ini aku mendapatimu telanjang di ranjang kita,
Bahumu mengering, terlihat mengkerut terlalu banyak beban kehidupan
Dan aku seakan terkesima, pada rasaku yang ikut mengering, tak merasakan gairahmu bahkan aku melewatimu tanpa ingin mencium bau keringatmu seperti hari-hari yang lalu,
Apakah cintaku juga sudah mengering?
Aku mencium bau bangkai di kamar kita, apakah itu karena dustamu?
Ataukah karena telah kau kubur janji sucimu di sana dan kau ganti dengan perselingkuhan yang sangat sarat dengan bau kemenyan ?
Rindu kita tlah kau kubur di kamar tempat kita merajut cinta
Kini menyebar bau darah dan apakah lusa kita akan menyudahinya dengan pesta pemakaman penuh balon dan pita berwarna hitam?
Sidoarjo, 30-5-14

Ikan Hias Redfin Dan Cara Budidayanya



Ikan Redfin adalah salah satu jenis ikan hias yang memiliki keindahan dari segi warna dan bentuk tubuhnya, maka tedak heran ikan redfin banyak juga penggemarnya. Ikan yang indah ini adalah ikan asli dari negara Vietnam namun sekarang sudah banyak yang membudidayakannya di Indonesia.
Ikan Hias Redfin, ikan redfin, Budidaya ikan redfin, budidaya redfin, ternak ikan redfin, redfin albino
Ikan hias air tawar ini sangat menyukai lumut, tetapi apabila kita kesulitan untuk menyediakan lumut kita juga bisa memberikannya cuk merah / cacing darah atau cacing sutra dengan pakan yang sperti itu maka tidak sulit untuk kita apabila kita ingin memelihara atau merawatnya.
Namun bagi anda yang berencana beternak ataupun sekaligus budidaya ikan redfin ini, di postingan kali ini akan di bahas secara singkat tahpannya, ok langsung saja lihat tahapan cara ternak atau budidaya ikan hias redfin di bawah ini:

Persiapamn wadah pemijahan

Sebelum pemijahan induk, sebaiknya dilakukan persiapan wadah yang baik agar proses pemijahan dapat berlangsung dengan sempurna. Dalam penggunaan box sterofoam yang sangat di nilai adalah dari segi kestabilan suhu dalam waktu pemijahan dan penetasan. 
Factor suhu sangat penting dalam proses pemijahan, karena  perubahan suhu akan mempengaruhi pemijahan. Persiapan wadah diawali pencucian wadah pemjahan berupa box stereofoam yang bertujuan untuk meminimalisir serangan bakteri pathogen akibat wadah yang kotor. Box sterofoam yang digunakan berukuran 80 x 40 x 30 cm. 
Box terlebih dahulu dicuci dengan air bersih sampai kotoran yang menempel tidak ada. Setelah pencucian, box di bilas dengan air bersih. Box yang sudah bersih di susun rapat pada tempat yang sudah ditentukan. Setelah box disusun dilakukan pengisian air dan pengaturan aerasi. Air dipompa langsung dari tendon  dan dialirkan melalui selang yang berukuran ¾ inch. Air diisi dengan ketinggian 20 cm.

Seleksi induk

Kegiatan seleksi induk dilakukan untuk memilih induk yang matang gonad dan siap dipijahkan. Induk betina matang gonad, secara fisik ditandai dengan perut yang membundar, lembek bila diraba. Bobot induk sekitar antara 28-35 gr, panjang sekitar 8-12 cm dan berumur minimal 8 bulan. Sedangkan induk jantan, ditandai dengan adanya sperma waktu dilakukan penyitripiingan. Bobot indukan jantan sekitar 23-28 gr,panjang sekitar 6-9 cm dan berumur minimal 6 bulan.

Pemberokan

Pemberokan bertujuan untuk menggosongkan isi perut sehingga nduk yang ada benar-benar membesar perutnya karena berisi telur, bukan karena kekenyangan atau karena lemak. Induk-induk hasil seleksi kemudian diberok(dipuaskan). Pemberokan dilakukan selama 24 jam dalam akuarium pemberokan, berukuran 60x 40x30cm. pemberokan dilakukan secara terpisah antara induk jantan dan betina untuk menghindari pemijahan yang tidak diinginkan.

Rangsangan pemijahan

Tekhnik pemijahan  secara semi alami, yaitu dengan melakukan  menyuntikan hormone pada induk betina dan jantan. Pada induk betina penyuntikan dilakukan untuk merangsang ovulasi dan pada induk jantan untuk merangsang sperma. Sebelum penyuntikan, dilakukan penimbangan induk yang akan dipijahkan. 
Berdasarkan berat induk ini, dapat dihitung volume larutan ovaprim yang telah diencerkan, yaitu 0,5 ml/ kg bobot induk tubuh induk betina, sedangkan pada induk jantan 0,3 ml/kg bobot tubuh. Pengenceran ovaprim menggunakan Larutan fisiologis (naCl 0,9%). Untuk memperoleh dosis larutan fisiologis yaitu dengan menghitung seberapa banyak ovaprim yang digunakan, karena perbandingan ovaprim dan larfis 1 : 1.
Jadi dalam satu siklus pemijahan, penyuntikan dilakukan pada 2 pasang indukan sebesar 0,09 ml yang terdiri dari ovaprim dan NaCl 0,9 %. Penyuntikan dilakukan pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB atau pukul 20.30 WIB. Penyuntikan dilakukan satu kali secara intramuscular, yaitu penyuntikan pada bagian punggung ikan. 
Rentag waktu antara penyuntikan dengan ovulasi telur yaitu 10-14 jam pada suhu 23-260C. Setelah dilakukan penyuntikan terhadap induk jantan dan betina dicampurkan pada box sterofoam berukuran 90x40x30 cm dengan dosis 1 pasang induk dalam 1 box. Selang waktu 10-14 jam setelah penyuntikan, terjadi pemijahan.

Penetasan Telur

Telur Redfin albino akan menetas dalam jangka waktu 40-50 jam. Telur menetas tetap di dalam akuarium pemijahan. Induk dikeluarkan setelah induk mengeluarkan telur secara  kaseluruhan.Induk dipindahkan ke akuarium pemeliharaan.Telur yang tidak menetas segera disifon untuk menjaga kualitas air agar tidak tercemar karena pembusukan telur yang tidak menetas. Telur yang menetas akan di kasi makan setelah kuning telur habis atau setelah 2-3 hari setelah menetas. Pakan pertama yang diberi pada larva yakni kuning telur yang direbus terlebih dahulu.

Pemeliharaan larva

Larva dipelihara di box sterefoam sampai berumur 10 hari. Setelah berumur 10 hari larva di hitung dan padat tebar dikecilkan dengan manambah 8 buah box sterefoam sebagai pemeliharaan lanjutan.


Manajemen pemberian pakan

Larva mulai diberi pakan pada hari ketiga atau menjelang kuning telur di tubuh habis (perubahan endogenous ke eksogeneus). Pakan pertama yang diberi berupa rebusan kuning telur. Pemberian kuning telur pada larva selama 3 hari, atau larva dari umur 3 hari sampai  berumur 5 hari. Pemberian pakan kuning telur 2 kali sehari dalam 8 jam dan 4 jam sore. Pada umur ke 6 larva diberi pakan artemia.
Peberian pakan artemia dilakukan selama 7 hari. Artemia diberikan dengan dosis pemberian 4 kali sehari pada pukul 08.00, 12.00, 16.00, dan 21.00 WIB. Dosis artemia yan diberikan sebanyak 0,25 gr/hari.larva yang akan diberi terlebih dahulu di kultur pada bak kultur pakan alami. Artemia dikultur sehari sebelum pemberian pakan. Pemberian artemia akan berhenti setelah larva berumur 12 hari. Setelah pemberian artemin atau larva berumur 12 hari dilakuakn penjarangan. Penjarangan dilakukan dengan menambah 8 buah.
Box sterefoam untuk pemeliharaan larva. Box sterefoam diisi sir sehari sebelum dilakukan penjarangan. Pada proses penjarangan juga dilakukan penghitungan agar dapat menentukan derajat penetasan redfin albino. Pada penghitungan di dapat jumlah larva sebanyak 10.125 ekor.  Pada umur 13 hari  larva redfin diberi pakan kutu air. 
Pemberian kutu air dilakukan selama 14 hari. Pemberian kutu air berguna untuk penyeragaman ukuran benih. Kutu air  yang diberikan berupa kutu air beku.  Pemberian kutu air sebanyak 4 sendok makan/ hari. Pemberian kutu air dua kali sehari yakni pada pukul 07.00, dan pukul 21.00 WIB. Kutu air diberikan dengan cara melarutkan kutu air terlebih dahulu dengan air. Kutu  air beku yang digunakan harus dilarutkan agar kutu air dapat dimakan oleh larva.

Pengelolaan kualitas air

Dalam pengelolaan kaulitas air yang dilakuakn seperti penyifonan kotoran bekas pakan dan larva yang mati. Pengecekkan  kualitas air dilakukan setiap hari.  Penyifonan hanya dilakukan jika air sudah kelihatan jusam karena sisa pakan. Untuk penambahan air dilakuakn menggunakan selang air kecil berukuran ¼ inch yang langsung dipompa dari tendon.

Pemanenan larva

Larva dipanen atau dipindahkan dari box penetasan ke bak terpal setelah berumur 30 hari, sekaligus dilakukan grading. Larva dipanen dengan cara menggunakan serokan yang halus agar tidak membahayakan pada larva. Larva dipindahkan pada baskom kecil dan dilakukan penggradingan sekaligus penghitungan. Sebelum larva ditebar dlakukan pengecekan aerasi pada bak. Air di dalam bak sudah di isi sehari sebelum dilakukan penebaran. Larva yang sudah degrading langsung ditebar pada 2 buah bak terpal dengan aklimatisasi terlebih dahulu.

Penebaran benih

Larva ditebar ke bak terpal saat mencapai umur 30 hari setelah menetas, atau ketika larva sudah dapat makan cacing. Pemberian pakan sebelumnya berupa kuning telur selama 2 hari, artemia selama 7 hari, dan kutu air (daphnia sp.). penebaran larva dilakukan pada pagi hari pukul 09.00 WIB dengan melakukan aklimatisasi terlebih dahulu untuk penyesuaian suhu air pada bak pendederan. Aklimatisasi yang dilakukan dengan memasukan air kolam ke dalam wadah larva sedikit demi sedikit selama 10-15 menit, dan barulah benih ditebar dilakuakn grading agar tidak terdapat ukuran yang mencolok dalm pemeliharaan. Benih yang ditebar berukuran 1-15 cm.
Pakan selama pendederan berupa cacing cacah yang diberikan pada larva selama 7 hari dan cacing yang tidak dicacah selama 7 hari. Jadi pemberian cacing dilakukan sampai benih dipanen yakni berumur 45 hari yang mencapai ukuran ¾ inch. Frekuensi pemberian pakan 2 kali sehari, pada pukul 08.00, dan 16.00 WIB.

Pemanenan

Pemanenan dilakukan setelah pendederan selama 14 hari pemeliharaan atau benih berumur 45 hari dari telur. Pemanenan dilakukan pada waktu pagi hari pukul 07.00-09.00 WIB bertujuan untuk mengurangi tingkat kematian pada benih, karena stress akibat suhu yang terlalu tinggi. Pemanenan menghasilkan benih ukuran rata-rata ¾ inch. Ciri morfologi yang dapat diamati, bentuk ikan yang telah definitive, gerakan dari kondisi ikan sehat.
Sumber: Buku "Untung Besar Bisnis & Budidaya Ikan Hias Paling Top Markotop" Pnerbit: Araska
Sumber Gambar: http://zonaikan.wordpress.com

BUDIDAYA ULAT SUTRA

Sudah sejak zaman dahulu, ulat sutera diusahakan manusia untuk diambil seratnya sebgai bahan untuk membuat kain tenun yang bermutu tinggi. Sifat ulat sutera yang liar samapi menjadi serangga piaraan seperti yang dikenal dan diusahakan sekarang ini memerlukan ketekunan dan waktu yang cukup lama. Akhirnya ulat sutera yang diusahakan secara sunggug-sungguh menghasilkan manfaat social ekonomi yang cukup tinggi.
ulat sutera, ulat sutra, budidaya ulat sutera, kepompong ulat sutera, ternak ulat sutera, bisnis ulat sutera
Ulat sutera (Bmbyx mori) membutuhkan daun murbei sebagai makanannya. Sebelum mulai pemeliharaan ulat sutera, tanaman murbei harus sudah siap diambil daunnya sebagai bahan makanan.  Ulat yang sudah menjadi serangga piaraan sangat peka terhadap factor-faktor lingkungan.Oleh karena itu, pemeliharaan ulat sutera memerlukan tempat atau ruangan yang memiliki suhu dan kelembapan yang cocok dengan ulat sutera yang dipelihara.

Jenis-jenis ulat sutera

Jenis ulat sutera yang menghasilkan sutera alam berdasarkan kebiasaan hidupnya dibagi dua kelompok.
1. Ulat sutera liar (Wilik Silkworm), yaitu ulat sutera yang biasa hidup bebas dibeberapa pohon.
2. Ulat sutera yang dipelihara di dalam ruangan dan merupakan penghasil utama ulat sutera yang meliputi 95% produksi sutera dunia.
Ulat sutera yang tergolong sebagai ulat sutera liar adalah sebagai berikut.

  • Philosamia ricini Hutt (ulat sutera eri) Ulat ini makan daun jarak (Ricinus communis L) dan di India hasil suteranya disebut ulat eri.
  • Antheraea pernyi Guerin (ulat sutera tasar Cina). Ulat ini makan daun Quercus sp dan sutera yang dihasilakn disebut sutera tasar.
  • Anthereae yamamai Guerin (ulat sutera tasar Jepang). Ulat ini makan daun Alianthus sp.daun suteranya disebut sutera tasar.
  • Anthereae mylitta Drury (ulat sutera tasar India). Ulat ini makan daun ketapang (Terminalia sp.) meranti (Shorea sp) dan bungur (Lagerstomeia sp.). Sutera yang dihasilkan disebut sutera tasar.

Jenis ulat sutera yang paling banyak  dipelihara untuk memproduksi bahan sutera adalah Bombyk mori. Ulat sutera ini makan daun murbei ( Morus sp.). Ulat sutera Bombyx diduga nama serangga penghasil serat yang termasuk dalam familia Bombycidae. Kata mori berasal dari Morus (murbei) yang daunnya merupakan makanan ulat ini. Pada daun murbei terdapat suatu zat perangsang berupa glukosida dan penolakan memakan daun tumbuhan lain karena tidak adanya zat perangsang tersebut.

Sistematika Ulat sutera

Sistematika ulat sutera (Bombyx mori) adalah sebagai berikut.
Phylum : Arthropoda
Kelas : Insekta
Ordo : Lepidoptera
Famili : Mombycidae
Genus : Bombyx
Spesies : Bombyx mori L

Pemeliharaan Ulat sutera

Pemeliharaan ulat sutera tergantung pada keadaan alam dan kemampuan  manusia. Pemeliharaan ulat sutera perlu memiliki iklim dan tanah yang cocok bagi kehidupan ulat sutera. Keadaan alam yang cocok bagi kehidupan ulat sutera dapat menghasilkan kokon dakam jumlah banyak dan berkualitas tinggi. Sedangkan unsure kemampuan manusia yang dibutuhkan adalah kemauan dan semangat memelihara ulat sutera disertai denagn bekerja yang rajin. Jika syarat-syarat ini terpenuhi, maka dapat diterangkan tentang waktu dan besarnya usaha pemeliharaan ulat sutera.
Daerah yang paling cocok untuk pemeliharaan ulat sutera adalah yang mempunyai suhu 20°C-30°C. Ulat yang masih kecil memrlukan suhu agak tinggi. Di negra tropis, seperti Indonesia, pemeliharaan ulat sutera sepanjang tahun dapat dilakukan terus-menerus. Pemeliharaan ulat sutera perlu diatur agar hasil daun murbei dapat mencukupi kebutuhan jumlah ulat yang dipelihara sepanjang tahun. Tenaga manusia, peralatan, dan tempat pemeliharaan yang memadai perlu dipersiapkan jauh sebelumnya.

BUDIDAYA IKAN MANFISH

sebetulnya bisa dilakukan oleh kita yang biasa memelihara ikan hias, karena alat dan fasilitas yang dibutuhkan untuk ternak ikan manfish tidak sulit dan cukup sederhana bahkan sangat mudah untuk didapatkan. 
Ikan manfish,budidaya ikan manfish, Budidaya ikan Hias Manfish, budidaya manfish, cara budidaya ikan manfis, Cara Ternak ikan manfish, ternak ikan manfish
Maka bagi anda yang selama ini menjadi hobiis ikan manfish anda pun bisa mencoba untuk melakukan budidaya atau ternak ikan manfish ini. Hal ini pun bisa menjadi ladang usaha yang cukup menjanjikan bagi anda yang benar - benar serius untuk mengembangbiakan atau membudidayakan  ikan hias manfish ini.
Kenapa menjanjikan? karena dunia ikan hias tidak akan pernah mati bahkan sebaliknya akan terus hidup dan berkembang, apalagi penggemar ikan manfish di Indonesia cukup banyak juga. 

Nah untuk megetahui cara budidaya ikan manfish ini bisa anda lihat tahapannya di bawah ini:

Pengelolaan induk

Ikan manfish dapat dijadikan induk setelah umurnya mencapai 7  bulan dengan ukuran panjang ± 7,5 cm. Untuk mencapai hasil yang optimal, induk harus dikelola dengan baik antara lain dengan pemberian pakan yang baik seperti jentik nyamuk ( Untuk mengetahui cara budidayanya silahkan buka di sini Cara Budidaya Jentik Nyamuk ), cacing Tubifex, atau Chironomous. Selain itu karena induk ikan manfish sangat peka terhadap serangan penyakit, maka perlu diberikan perlakuan obat secara periodic. Obat yang biasa digunakan antara lain Oxytetracycline dan garam.
Sebelum dipijahkan, induk manfish dipelihara secara massal (jantan dan betina) terlebih dahulu dalam 1 akuarium besar (ukuran 100 x 60 x 60 cm³). setelah matangtelur, induk manfish akan berpasangan dan memisahkan dari ikan lainnya. Induk yang berpasangan tersebut sudah dapat diambil dan dipijahkan pda tempat pemijahan.
Selain itu dapat dilakukan, yaitu dengan memasangkan induk manfish secara langsung setelah mengetahui induk jantan dan betina. Induk jantan dicirikan dengan ukuran tubuh yang lebih besar  dibandingkan dengan induk betina.
Kepala induk jantan terlihat agak besar dengan bagian antara mulut ke sirip punggung berbentuk cembung, serta badan lebih ramping dibandingkan dengan ikan betina. Sementara induk betina dicirikan oleh ukuran tubuh yang lebih kecil dan bentuk kepalanya yang lebih kecil dengan bagian perut yang lebih besar/gemuk serta terlihat agak menonjol.

Tekhnik pemijahan

Pemijahan dilakukan di akuarium berukuran 60x50x40 cm³ denagn tinggi air± 30 cm. kedalam akuarium tersebut diberiakan aerasi untuk menyuplai oksigen. Ikan manfish akan menempelkan telurnya pada substrat yang halus, misalnya potongan pipa PVC yang telah disiapkan/ditempatkan dalam akuarium pemijahan. 
Karena ikan manfish cenderung menyukai suasana yang gelap dan tenang, maka pada dinding akuarium dapat ditempelkan kertas atau plastic yang berwarna gelap.
Induk manfish akan memijah pada malam hari. Induk betina menempelkan telurnya pada substrat dan diikuti ikan jantan yang menyemprotkan spermanya pada semua telur, sehingga telur-telur tersebut terbuahi. Jumlah telur yang dihasilkan setiap induk berkisar antara 500-1000 butir,. Selama masa pemijahan tersebut, induk tetap diberi pakan berupa cacing Tubifex, Chironomous atau Daphnia  ( Untuk mengetahui cara budidayanya silahkan buka di sini Cara Budidaya Kutu air / Daphnia )

Penetasan telur dan pemeliharaan larva

Telur yang menempel pada substrat selanjutnya dipindahkan ke akuarium pemetasan telur (berukuran 60 x 50 x40 cm³) untuk ditetaskan. Pada air media penetasan sebaiknay ditambahkan obat anti jamur, antara lain Methyline Blue dengan dosis 1 ppm. Untuk menjaga kestabilan suhu, maka ke dalam media penetasan telur tersebut digunakan pemanas air (water haater) yang dipasang pada suhu 27-28°C.
Telur manfish akan menetas setelah 2-3 hari, dengan derajat penetasan telur berkisar 70-90%. Selanjutnya paralon tempat penempelan telur diangkat dan dilakukan perawatan larva hingga berumur ±2 minggu.
Pakan yang diberikan selama pemeliharaan larva tersebut beruapa pakan alami yang sesuai dengan bukaan mulut larva dan memiliki kandungan protein yang tinggi, antara lain nauplii Artemia sp. ( Untuk mengetahui cara budidayanya silahkan buka di sini Cara budidaya Artemia ). Pakan tersebut dberikan 2 kali sehari (pagi dan sore) hingga larva berumur ± 10 hari dan dilanjutkan dengan pemberian cacing Tubifex.

Pendederan dan pembesaran


  • Setelah berumur ± 2 minggu, benih tersebut dapat dilakukan penjarangan untuk kemudian dilakuakn pendederan sampai ikan berumur satu bulan.
  • Langkah berikutnya adalah memanen benih tersebut untuk dipindahkan ke dalam bak/wadah pembesaran.
  • Dalam hal ini dapat digunakan bak fiber atau bak semen, tergantung wadah yang tersedia.
  • Selama masa pembesaran, diupayakan agar ada aliran air ke dalam wadah pembesaran walaupun sedikit.
  • Padat penebaran untuk pembesaran ikan manfish berkisar 100 ekor/m₂.
  • Pakan yang diberikan berupa cacing Tubilex atau pellet sampai benih berumur ±2 bulan.
  • Ukuran yang dicapai biasanya berksar 3-5 cm
  • Jika pakan dan kualitas air mendukung, sintasan pada masa pembesaran dapat mencapai 70-90%.
  • Selanjutnya benih manfish dapat dibesarkan lagi hingga mencapai ukuran calon induk atau induk denagn padat penebaran yang lebih kecil.

Penyakit dan penanggulangannya

Ikan manfish dikenal cukup peka terhadap serangan penyakit, untuk itu diperlukan pengelolaan secara baik denagn menjaga kualitas air dan jumlah pakan yang diberikan. Beberapa jenis parasit yang biasa menyerang benih/induk Manfish antara lain adalah : Trichodina sp.Chilodonella sp.dan Epystylis sp. Sedangkan bakteri yang menginfeksi adalah Aeromonas hydrophilla.
Beberapa jenis obat yang dapat digunakan untuk menanggulangi serangan penyakit parasitek antara lain: Formalin 25%, NaCl 500 ppm. Sedangakan  untuk penyakit bacterial dapat digunakan Oxytetrachycline 5-10 ppm dengan cara perendaman 24 jam.
Gimana anda ingin mencoba budidaya atau ternak ikan manfish ini? semoga info ini bermanfaat bagi anda, Oia... anda juga dapat membaca artikel sebelumnya tentang:
Sumber Buku: "Untung Besar Bisnis & Budidaya Ikan Hias Paling Top Markotop" Pnerbit: Araska
Sumber Gambar: http://ferboesrichardson.wordpress.com/

Ikan Molly Cara Ternak Dan budidaya Ikan Hias Molly


Ikan molly salah satu jenis ikan hias yang cukup mudah untuk dikembangbiakan atau dibudidayakan, ikan molly semakin banyak yang memiliki bentuk dan warna yang beragam, hal ini disebabkan persilangan dan mutasi yang dilakukan oleh para peternak ikan molly itu sendiri.

Ikan Molly, budidaya ikan molly, Cara Ternak ikan molly, budidaya Ikan Hias Molly,

Ikan molly balon yang sudah dewasa hampir mirip dengan ikan koki, maka banyak para pecinta ikan hias yang sengaja memelihara ikan molly ini di dalam akuariumnya sampai tumbuh dewasa.

Untuk mengetahui cara budidaya ikan molly, dibawah ini tahpannya:

Tekhnik pemijahan

  • Pilihlah induk yang berukuran relative besar, bentuk tubuh yang menggembung serta mempunyai warna yang indah
  • Induk-induk yang telah dipilih dimasukkan dalam satu bak untuk beberapa pasang induk. Namun apabila menghendaki keturunan tertentu dapat pula dilakukan dengan cara memisahkan dalam bak tersendiri terpasang-pasang.
  • Bak-bak pemijahan harus dikontrol setiap hari. Setelah lahir, anak-anak ikan harus cepat-cepat diambil dan dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan oleh induknya.

Ciri-ciri induk jantan dan betina

Induk jantan:

  • Mempunyai gonopodium (berupa tonjolan dibelakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal yang panjang.
  • Tubuhnya ramping
  • Warnanya lebih cerah.
  • Sirip punggung lebih panjang.
  • Kepalanya agak besar.

Induk betina:

  • Dibelakang sirip perut tidak ada gonopodium, tetapi berupa sirip halus.
  • Tubuhnya gemuk
  • Warnanay kurang cerah
  • Sirip punggung biasa
  • Kepalanya agak runcing

Perawatan benih

  • Anak-anak ikan yang baru lahir belum membutuhkan makanan,,karena masih mengandung kuning telur (yolk egg). Setelah 4-5 hari anak ikan baru dapat diberi makanan berupa kutu air yang sudah disaring ,atau kuning telur yang telah direbus dan dihancurkan.
  • Setelah mencapai ukuran medium (2-3 cm) dapat diberikan makanan cacing, kemudian setelah mencapai ukuran dewasa (5-7 cm) dapat diberi makanan cuk.
  • Disamping makanan alami dapat pula diberi makanan tambahan berupa cacing kering, agar-agar dl.
  • Pemberian makanan sebaiknya 2 kali sehari,hendaknay jangan berlebihan, karena dapat menyebabkan pembusukan yang dapat merusak kualitas air.
  • Penggantian air. Air dalam bak atau aquarium janagn sampai kotor/ keruh, karena dapat menyebabkan kematian  anak ikan. Kotoran dapat dibersihkan setiap 2-3 hari sekali dengan cara disiphon, air yang terbuang pada waktu penyiphoanan sebanayk 10-20% dapat diganti dengan air yang baru.

Cara Ternak Arwana Dan Budidaya Ikan Arwana


budidaya arwana, ternak arwana,Cara Ternak ikan arwana, ternak ikan arwana, Budidaya Ikan Arwana, cara budidaya ikan arwana
Setelah sebelumnya saya berbagi info tentang  cara merawat ikan arwana, selanjutnya saya akan menginformasikan  cara ternak dan budidaya ikan arwana.  Apabila anda berencana menernakan  ikan arwana  mungkin informasi singkat  ini bisa sedikit membantu untuk menambah informasi seputar ternak ikan arwana atau budidaya ikan arwana.
Saya yakin sebelumnya anda sudah mengetahui tentang  kehidupan alami atau karakter ikan arwana, dalam artian kita paham betul kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan ikan arwana supaya pada waktu  melakukan ternak ataubudidaya ikan arwana tersebut kita tidak akan menemukan kesulitan yang berarti.
Sesuai dengan judul di atas yaitu cara ternak ikan arwana atau budidaya ikan arwana berarti akan banyak tahapan - tahapan yang akan dilakukan, namun saya disini akan menginformasikan hanya sampai tahap pemijahan, dan tahapan – tahapan berikutnya  mukin akan saya postingkan pada postingan berikutnya.

Supaya tidak terlalu lama mebaca kita langsung saja mulai tahapan – tahapan cara ternak ikan arwana atau budidaya ikan arwana di bawah ini.

Parameter air untuk ikan Arwana

pH air

Arwana dapat hidup pada selang pH cukup lebar. Namun disarankan agar mereka dipelihara sesuai dengan kondisi aslinya di alam yaitu pada selang pH netral sampai agak masam (pH 6.0-7.0).

Kesadahan

Arwana berasal dari perairan dengan kesadahan rendah, oleh karena itu direkomendasikan untuk memeliharanya pada selang kesadahan ini (GH 8°). Arwana silver dapat hidup pada kisaran GH 4-10.

Temperature 

Arwana direkomendasikan untuk dipelihara pada selang suhu 26-30° C. Seperti hal nya jenis ikan yang lain, hindari terjadinya perubahan suhu mendadak. Perubahan suhu mendadak dapat menyebabkan shock pada ikan yang bersangkutan, dan dapat memicu berbagai masalah. Suhu terlalu tingi untuk jangka waktu lama diketahui dapat menyebabkan tutup insang menggulung, hal ini akan tentu sangat mengganggu keindahan ikan tersebut.

Pencegahan

Sebaiknya di area terang tanpa sinar matahari secara langsung.

Tekhnik pemisahan skala kecil dikolam semen

Pemeliharaan induk

Induk ikan arwana dipelihara dalam kolam yang berukuran 5 x 5 m dengan kedalaman air 0,5-o,7 m. Kemudian kolam ditutup plastic setinggi 0,75 m untuk mencegah supaya tidak melompat ikan. Ruangan pemijahan dibangun dipojok perkolaman dan ditambah dengan beberapa kayu gelondongan untuk memberikan kesan alami. Batu dan kerikil dihindari karena dapat melukai ikan atau dapat tercampur pakan secara tidak sengaja.Kolam pembesaran dibangun di area tenang dan ditutup sebagian, dan dijauhkan dari sinar matahari langsung. Induk dipelihara dala kolam pembesaran hingga mencapai matang gonad.

Pengelolaan kualitas air

Kualitas air dijaga mendekati lingkungan alami arwana yaitu pH 6,8-7,5 dan suhu 27-29 C. penggantian air dilakukan sebanyak 30-34% dari total volume dengan air deklorinasi.

Pemberian pakan

Keseimbanagn gizi sangat penting bagi kematangan gonad dan pemijahan. Induk diberikan pakan bervariasi yang mengandung kadar protein tinggi. Pakan diberikan setiap hari dalam bentuk ikan/udang hidup atau runcah, dan ditambah pellet dengan kadar protein 32%. Jumlah pemberian pakan per hari adalah 2 % dari bobot total tubuh.

Kematangan gonad

Matang gonad terjadi pada umur 4 tahun dengan panjang tubuh 45-60 cm. pemijahan terjadi sepanjang tahun, dan mencapai puncaknya antara bulan Juli dan desember. Induk jantan di alam akan menjaga telur yang sudah dibuahi dalam mulutnya hingga 2 bulan ketika larva mulai dapat berenang. Arwana betina mempunyai ovarium tunggal yang mengandung 20-30 ova besar dengan diameter rata-rata 1,9 cm dengan kematangan berbeda-beda. Induk jantan dewasa juga mempunyai sebuah organ vital menyerupai testis.

Pembedaan kelamin

Juvenil sulit dibedakan jenis kelaminnya. Perbedaan akan muncul setelah ikan berukur 3-4 tahun. Pembedaan jenis kelamin diketahui melalui bentuk tubuh dan lebar mulut. Arwana jantan mempunyai tubuh lebih langsing dan sempit, mulut lebih besar dan warna lebih mencolok daripada betina.  Mulut yang melebar dengan rongga besar digunakan untuk tujuan inkubasi telur.perbedaan lain adalah ukuran kepala jantan relative lebih besar, sifat lebih agresif termasuk dalam perebutan makanan.

Kebiasaan pemijahan

Tingkah laku arwana sangat unik selama masa pengenalanlain jenis. Masa ini berlangsung selama beberapa minggu atau bulan sebelum mereka mulai menjadi pasangan. Hal ini dapat diamati pada waktu malam, ketika ikan berenang mendekati permukaan air. Arwana jantan mengejar betina sekeliling kolam, terkadang pasangan membentuk lingkaran (hidung menghadap ke ekor pasangan).
Sekitar 1-2 minggu sebelum pemijahan, ikan berenang bersisian dengan tubuh seling menempel. Terjadilah pelepasan sejumlah telur berwarna jingga kemerahan, jantan membuahi telur dan kemudian mengumpulkan telur di mulitnya untuk diinkubasi sampai larva dapat berenang dan bertahan sendiri.

Diameter telur 8-10 mm dan kaya akan kuning telur dan menetas sekitar seminggu setelah pembuahan. Setelah penetasan, larva muda hidup dalam mulut jantan hingga 7-8 minggu sampai kuning telur diserap total. Larva lepas dari mulut dan menjadi mandiri setelah ukuran tubuh 45-50 mm.
Bagi anda yang membutuhkan lebih lengkap tentang ternak atau budidaya ikan arwana ini anda bisa membaca buku sumber di bawah ini: 
Sumber Buku:
Judul Buku “Untung Besar Bisnis &Budidaya Ikan Hias” Penerbit, Araska  dan 
Judul Buku “Arwana” Penerbit, Penebar Swadaya
Sumber Gambar: www.lintas.me

Cara Budidaya Ikan Gurame Di Kolam Terpal dan Beton

 - Dalam Usaha Budidaya Ikan Gurameh Pemilihan benih gurameh yang baik mutlak penting. karena dengan benih ikan gurame yang baik maka ikan gurame akan tumbuh dan hidup dengan baik. Memang di butuhkan ketekunan dan keuletan untuk memulai usaha ini. Berikut ini kami sampaikan Cara Budidaya Ikan Gurame Di Kolam Terpal dan Beton selengkapnya.

Persiapan Kolam Ikan Gurame :
Pembesaran ikan gurameh dapat dilakukan di kolam tanah maupun kolam permanen. Perssiapan kolam ini dimaksudkan untuk menumbuhkan makanan yang alami dalam jumlah yang cukup seperti plangton dan lain-lain.
Cara Budidaya Ikan Gurame Di Kolam Terpal dan Beton
 Persiapan di Kolam Permanen/Terpal :
Cara budidaya ikan gurami atau gurami dapat dilakukan dengan dua model jenis : 
Cara Budidaya Ikan Gurame Di Kolam Terpal dan BetonMenggali tanah dengan kedalaman tentu dengan kedalaman 90cm, kemudian terpal dipasang pada tanah galian tersebut,memasang terpal pada permukaan tanah (tidak menggali tanah) yaitu dengan menggunakan bantuan rangka dari besi atau kayu. Kemudian terpal dirangkai menyerupai bak, beban terpal juga tidak terlalu berat sewaktu diberi air. cara kedua memudahkan kita melakukan penggantian dan pembersihan kolam. Kita juga bisa menyedot kotoran-kotoran kolam terpal dengan mudah. Kotoran ikan gurame juga harus di keluarkan dari kolam agar kesehatan dan kebersihan air tetap terjaga.

Pendedaran/Pemijahan Ikan Gurame :
Setelah kolam terpal selesi dibuat langkah selanjutnya adalah mengisi kolam dengan ikan guramih, akan tetapi sebelum ikan guramih dimasukkan perlu dipastikan terlebih dahulu kolam dalam kondisi bersih dari penyakit dan zat-zat berbahaya.  Terpal mengandung unsur kimia untuk pewarnaannya, maka sebelum dipasang perlu dicuci dan dibersihkan. Untuk membunuh patogen kolam yang telah terisi air ditaburi garam 2 ons/m3. Pastikan juga ikan guramih yang akan dibudidayakan tidak mengandung bibit penyakit. Jika ada guramih yang terkena penyakit perlu dikarantina terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam kolam.

Cara Penebaran Benih/Bibit Ikan Gurame :
Penebaran benih gurame Sebelum benih ditebar perlu diadaptasikan, dengan tujuan agar benih ikan gurame tidak dalam kondisi stres saat berada dalam kolam. Cara adaptasi : benih gurame yang masih terbungkus dalam plastik yang masih tertutup rapat dimasukan kedalam kolam, biarkan sampai dinding plastik mengembun. Ini tandanya air kolam dan air dalam plastik sudah sama suhunya, setelah itu dibuka plastiknya dan air dalam kolam masukkan sedikit demi sedikit kedalam plastik tempat benih sampai benih terlihat dalam kondisi baik. Selanjutnya benih gurame ditebar/dilepaskan dalam kolam secara perlahan-lahan.
Cara Budidaya Ikan Gurame Di Kolam Terpal dan Beton

Proses selanjutnya adalah memberi makan.
ikan gurame merupakan jenis ikan pemakan tumbuhan (herbivora).akan tetapi Ketika pada ukuran benih ikan gurame bersipat carnivora, oleh sebab itu jenis pakan yang diberikan pada waktu gurame ukuran benih yaitu berupa kutu air (Daphnia), cacing sutra. Sifat herbivora pada ikan gurame yaitu terjadi ketika ikan gurame telah dewasa.

Makanan pokok ikan gurame berupa pelet yang dapat diatur gizinya, namun di daerah yang agak sulit memperoleh pelet, daun-daunan merupakan alternatif yang sangat baik untuk dijadikan makanan ikan gurame Ikan guramih diberi makan 2 kali dalam sehari dengan pellet dengan kandungan protein 25% sampai dengan 30 %. Frekuensi pemberian makan lebih baik dalam frekuensi yang banyak tetapi dalam jumlah sedikit-sedikit daripada dalam frekuensi sedikit tetapi jumlahnya banyak. Selain Pelet makanan untuk ikan guramih bisa ditambahkan daun-daunan dan sayuran. Daun-daunan dan sayuran sangat bermanfaat bagi kesehatan dan pertumbuhan ikan guramih.

Adapun jenis pakan yang biasa diberikan pada ikan gurame yaitu sebagai berikut : 1. Daun talas/ daun keladi 2. Daun Sente 3. Daun singkong 4. Daun kangkung 5. Daun ubi jalar 6. Daun pepaya 7. Tauge : tauge kacang hijau, tauge kacang merah, tauge dari bibit padi muda 8. Labu 9. Pakan buatan (pellet) 10. Jagung rebus 11. Dedak 12. Ampas tahu 13. Bungkil kacang

Pemberian makanan yang teratur dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi dapat meningkatkan pertumbuhan tumbuh ikan lebih cepat
Pada budi daya ikan guramih dengan terpal ini perlu dihindari pemberian makanan yang berlebihan, jika ada makanan yang tersisa harus segera dibuang. Makanan ikan dan kotoran ikan yang ada di kolam mengandung zat amoniak yang dalam jumlah tertentu bersifat racun bagi guramih. Selain memberi makan dengan jumlah dan frekuensi teratur hal lain yang perlu diperhatikan adalah kualitas air.

Meski ikan gurameh cukup tahan dengan air yang tidak baik tetapi air perlu dibersihkan dan diganti sebagian(30%) secara periodik. Biasanya penggantian dilakukan satu minggu sekali dengan melakukan shift pond. Air disedot keluar dengan selang atau pompa, kotoran keluar melalui selang tersebut, kemudian diisi kembali dengan air baru. Lebih bagus lagi jika kolam diberi aerator atau filter untuk menambah kadar oksigen dan membersihkan kotoran secara otomatis.

untuk pendederan berikutnya  bersihkan kolam dari lumut dan kotoran sampai benar-benar bersih lalu di cat pakai air kapur terus dikeringkan.satu hari kemudian isi  air dengan kedalaman 30-40 cm.dan diberi prebiotik penumbuh plangton. Hal dikarenakan makanan ikan gurame sebagian besar diperoleh dari makanan tambahan atau buatan.
Baru saja anda menyimak artikel dari kami yang berjudul Cara Budidaya Ikan Gurame Di Kolam Terpal dan Beton dan semoga artikel ini bermanfaat bagi anda yang ingin memulai Usaha Budidaya Ikan Gurameh.
sumber:jalanmenujusukses-id.blogspot.com

Selasa, 27 Mei 2014

KESETIAN DEWABRATA


Bharatayudha (5) Timpalan – Burisrawa Gugur

l and Intangible Heritage of Humanity
Prabu Matswapati Tanya kepada Raden Wrekudara bagaimana dalam menghadapi Prabu Partipa, Raden Wrekudara bilang bahwa Prabu Pratipa sudah gugur beserta gajahnya Kyai Jayamaruta. Belum nyampai selesai dalam berbicara, Patih Udakawara datang, melaporkan bahwa Ngastina sudah ada senopati lagi yaitu raden Harya Burisrawa dan Senopati Pendamping Raden Windandini.

Prabu Matswapati minta petunjuk kepada Prabu Kresna, siapa tandingannya, tiada lain adalah raden Harya Sencaki Romo Prabu. Sebetulnya Raden Harya Wrekudara tidak setuju bila Raden Harya Sencaki yang mnejadi tandingannya. Sebaiknya saya saja, karena yang sama-sama tingginya, perkasanya. Tetapi Bathara Kresna tetap menunjuk Raden Harya Sencaki, karena sebelumnya keduanya sudah ada perjanjian, bila Baratayuda terjadi akan saling ketemu sebagai tandingannya. Akhirnya Raden Wrekudara setuju tapi dengan satu syarat asalkan kuat menerima lemparan gada dari Raden Wrekudara.
Akhirnya antara Raden Wrekudara dengan Raden Harya Sencaki terjadi lempar-lemparan gada. Raden Harya Sencaki dinilai kuat menerima lemparan gada dari Harya Wrekudara dan kuat melempar, akhirnya Raden Harya Wrekudara setuju bila sebagai tandingannya Raden Burisrawa Raden Sencaki. Setelah minta do’a restu kepada Prabu Matswapati dan yang hadir, Raden Harya Sencaki segera berangkat ke medan perang.
Dari kejauhan sudah terdengar tantangan-tantangan dari prajurit-prajurit Ngastina, raden Janaka yang kadang masih lupa ingatannya karena masih sedih akibat kematian abimanyu, ketemu dengan Senopati Pendamping Raden Windandini, terjadi pertempuran, sama-sama kuatnya, tetapi Raden Janaka melepaskan Jemparing, gugurlah Raden Windandini.
Raden Sencaki sudah saling menyapa dengan Raden Harya Burisrawa. Sama-sama puasnya bisa ketemu untuk bertanding sesuai dengan janjinya.
Terjadi pertempuran sengit, Raden Sencaki semakin lama semakin menurun staminanya, kewalahan menghadapi keerkasaannya Raden Burisrawa.
Prabu Bathara Kresna melihat Adindan Raden Harya Sencaki kerepotan dalam menghadapi musuh, lalu memerintahkan kepada Raden Janaka supaya Njemparing rambut yang dipegangnya, tapi rambut yang dipegang sejajar dengan lehernya Raden Burisrawa.
Akhirnya Raden Janaka melepaskan jemparing pasopati, karena Raden Janaka kadang masih lupa ingatan, jemparing meleset kena pinggir tidak kena tengah-tengah, rambut tatas putus bablas mengenai bau Raden Burisrawa sampai timpal, maka tema ini juga disebut TIMPALAN.
Sesudah Raden Burisrawa kena pasopati, Raden Sencaki melepaskan jemparing kena lehernya Raden burisrawa sampai putus, akhirnya gugur di palagan Raden Burisrawa.
Raden Sencaki besar kepala karena bisa membunuh Raden Burisrawa akhirnya sombong tidak tahunya pada waktu Raden Sencaki kerepotan dalam perang telah dilepasi pasopati oleh Raden Janaka, yang membuat Raden Burisrawa lemah karena timpal baunya. Lalu Raden Sencaki mudah keluar dari cengkraman musuh akhirnya melepaskan jemparing sampai gugur Raden Burisrawa terkena lehernya. Padahal sebelumnya sudah mendapat perhatian dari Bathara Kresna, jangan sombong. Tetapi karena merasa menang dalam pertandingan melawan Raden Burisrawa, sampai tidak ingat kata welingnya Prabu Bathara Kresna jangan sombong.
Setelah tahu Raden Sencaki sombong Prabu Bathara Kresna mendekati dan menceritakan apa adanya tentang gugurnya Burisrawa. Raden Sencaki merasa malu, diam saja lalu pergi meninggalkan Prabu Bathara Kresna tanpa minta ijin.
Para prajurit dari Ngastina tahu yang tadinya Raden Burisrawa unggul dalam peperangan tapi baunya bisa timpal lalu pada bilang kalau Pandawa curang dalam peperangan.
Prabu Bathara Kresna mendengar berita bahwa pandawa curang dalam peperangan, akhirnya mendekati para Kurawa memberi keterangan bahwa timpalnya bau dari harya Burisrawa tidak ada unsur kesengajaan. Itu kena pasopati pada waktu Raden Janaka gladi melepas jemparing.
Prabu Salya marah akan membunuh para Pandawa, tetapi dihalang-halangi Patih Harya Sengkuni, supaya mundur melaporkan bahwa Raden Burisrawa gugur di medan perang.
SUMBER:WAYANG.WORDPRES.COM

Jati Diri Kepemimpinan Kresna (15) Permusuhan Narayana dengan Kangsa


Dewi Maherah yang sedang hamil tua tidak jadi dibunuh oleh
Harya Prabu Rukma. Ia ditolong Bagawan Anggawangsa
dan diajak ke pertapaan Wisarengga. (karya herjaka HS 2008)

Kresna banyak terlibat dalam beberapa cerita, berkedudukan sebagai tokoh sampingan, tokoh pelengkap dan tokoh utama. Berikut ini beberapa cerita yang melibatkan Kresna sabagai tokoh utama. Cerita permusuhan Narayana dengan Kangsa dimuat dalam beberapa cerita atau lakon. Antara lain dalam cerita Kangsadewa, Kangsa Adu Jago dan Kangsa Adu-adu. Isi ketiga cerita itu hampir sama, yaitu cerita sejak Kangsa merebut atau meminta Kerajaan Mandura dari kekuasaan Basudewa. Kemudian kerajaan itu berhasil direbut kembali oleh Kakrasana (nama Baladewa sewaktu muda) dan Narayana (nama Kresna sewaktu muda). Isi ringkas yang dimuat dalam cerita Kangsadewa sebagai berikut:
Pada suatu ketika Raja Basudewa pergi berburu ke Hutan Kumbina. Sepeninggal raja ke hutan, datanglah raja Gorawangsa dari Negara Guwabarong yang menyamar wujud Basudewa masuk ke istana Mandura. Basudewa palsu tersebut berhasil memikat isteri Basudewa asli yang bernama Maherah.
Dikisahkan bahwa Basudewa yang sedang dalam medan perburuan di hutan berhasil membunuh harimau putih dan naga. Namun hati Sang Raja merasa tidak enak, lalu menyuruh Harya Prabu Rukma kembali ke istana untuk menyelidiki jika ada hal-hal yang tidak beres. Ternyata benar apa yang dikhawatirkan Raja Basudewa. Istana keputrian kemasukan penjahat yang menyamar sebagai Basudewa dan berhasil menggauli Maherah. Basudewa palsu berhasil dimusnahkan oleh Harya Prabu Rukma sehingga kembali berwujud Gorawangsa.
Harya Prabu Rukma kembali ke hutan Kumbina, melapor peristiwa yang terjadi di istana. Setelah mengerti perbuatan Gorawangsa dengan Maherah, raja Basudewa menyuruh agar Maherah dibunuhnya. Harya Prabu Rukma mendapat tugas untuk membunuhnya. Maherah dibawa ke hutan. Namun setelah sampai di hutan, Harya Prabu Rukma tidak sampai hati membunuh Maherah, lalu ditinggalkannya ia di tengah hutan.
Sepeninggal Harya Prabu Rukma, Bagawan Anggawangsa datang dan membawa Maherah ke Pertapaan Wisarengga. Di pertapaan, Maherah melahirkan bayi laki-laki berujud raksasa. Setelah melahirkan, Dewi Maherah meninggal dunia. Bayi itu diberi nama Kangsa, yang dipelihara sampai dewasa.
Setelah dewasa Kangsa menanyakan ayahnya kepada Bagawan Anggawangsa. Sang Begawan menerangkan bahwa Kangsa adalah anak Maherah, isteri raja Mandura. Diceritakan bahwa ibu Kangsa meninggal setelah melahirkan, dan Kangsa dipungut oleh Bagawan Anggawangsa. Kemudian Kangsa diminta pergi ke Mandura.
Suratimantra yang berkuasa di Guwabarong hendak membalas kematian Gorawangsa, ingin menghancurkan kerajaan Mandura. Ia kemudian menyiapkan prajurit untuk menyerang kerajaan Basudewa.
Kangsa sampai di Gowardana dan berjumpa dengan Ugrasena. Kangsa berkata ingin menghadap raja Basudewa. Dengan kata-kata manis Ugrasena berjanji akan menghantar Kangsa menghadap raja, tetapi diminta supaya mengusir musuh yang menyerang kerajaan Mandura. Kangsa menyanggupinya. Ia lalu pergi melawan perajurit Suratimantra. Setelah Suratimantra tahu yang dihadapi Kangsa, ia mengira Kangsa adalah anak Gorawangsa. Suratimantra menyerah tanpa berperang, lalu dibawa menghadap Basudewa. Ugrasena bercerita tentang musuh yang datang dan pimpinan perajurit bernama Suratimantra menyerah kalah. Basudewa gentar menghadapi Kangsa. Kangsa diaku anak dan dinobatkan menjadi Adipati Sengkapura bergelar Kangsadewa, sedangkan Suratimantra diangkat menjadi patih di Sengkapura.
Adipati Kangsadewa tahu bahwa raja Basudewa mempunyai tiga anak bernama Kakrasana, Narayana dan Bratajaya. Mereka diasuh oleh Demang Antagopa dan Nyai Sagopi di Widarakandang. Adipati Kangsadewa menyuruh Kala Akura dan para prajurit untuk menyerang Widarakandang, dan menangkap tiga anak Basudewa.
Prajurit Sengkapura yang dipimpin oleh Kala Akura menyerang Widarakandhang. Kebetulan Kakrasana dan Narayana sedang pergi ke pertapaan. Demang Anantagopa ditangkap dan dibunuh, namun Bratajaya dan Larasati berhasil dibawa lari oleh Nyai Sagopi. Nyai Sagopi, Bratajaya dan Larasati berjumpa Arjuna. Mereka minta perlindungan. Raksasa yang mengejar mereka musnah oleh Arjuna. Setelah bebas dari serangan raksasa mereka sepakat untuk mencari Kakrasana dan Narayana.
Kangsadewa ingin merebut tahta kerajaan Mandura. Suratimantra menyarankan agar mengajak mengadu manusia. Suratimantra sanggup menjadi jago, dan taruhannya negara. Kangsadewa menyetujui usul Suratimantra, lalu berkirim surat kepada raja Basudewa. Dalam surat itu Kangsadewa mengajak mengadu jago, taruhannya negara. Basudewa gentar menghadapi Kangsadewa, sehingga tanpa dipertimbangkan permintaan Kangsadewa disanggupinya. Harya Prabu Rukma diminta pergi mencari jago. Harya Prabu Rukma menyanggupinya, lalu mohon pamit akan mencari anak Pandhu. Di tengah perjalanan ia berjumpa dengan Bratasena yang sedang mencari Arjuna. Bratasena dibujuk oleh Harya Prabu Rukma untuk menjadi jago melawan Suratimantra. Bratasena pun sanggup diajak ke Mandura.
R.S. Subalidinata
sumber:wayang.wordpres.com