Pages

Subscribe:

Kamis, 29 Mei 2014

DI BALIK AWAN


DI BALIK AWAN

Sepercik api
membakar ilalang kering
awan pekat bagai cendawan

Arakan mega menggumpal
wajah langit mulai mengelam
di balik awan,lidah petir saling melilit
benarkah,pertanda datangnya turun hujan

Burung bangkai berdatangan
tatapan matanya semakin jalang
air liurpun terlihat deras menetes

Aroma kematian
membuatnya makin beringas
aliran darah terasa bergolak
memenuhi sendi,getarkan urat nadi

Ada yang kebingungan
berlarian kesana kemari
mencari celah,diantara kobaran api
ingin melepaskan diri,dari jaring kematian

16 Mei 14. Sepercik api
membakar ilalang kering
awan pekat bagai cendawan
Arakan mega menggumpal
wajah langit mulai mengelam
di balik awan,lidah petir saling melilit
benarkah,pertanda datangnya turun hujan
Burung bangkai berdatangan
tatapan matanya semakin jalang
air liurpun terlihat deras menetes
Aroma kematian
membuatnya makin beringas
aliran darah terasa bergolak
memenuhi sendi,getarkan urat nadi
Ada yang kebingungan
berlarian kesana kemari
mencari celah,diantara kobaran api
ingin melepaskan diri,dari jaring kematian

0 comments: