Pages

Subscribe:

Kamis, 29 Mei 2014

kau balas dengan air tuba

Janganlah kau begitu kakanda
Anggap aku gagal sebagai bunda
Lihat, tolong lihat situasi anakanda
Keberhasilan hidup mereka di Kanada
Tak sedikitpun kesusahan yang melanda
Apa kau melihat dengan kaca mata kuda?
Kemudian kau katakan, itu hanya bercanda?
Sakit hatiku kau berkata begitu
Di sini ini anak kita yang satu itu
Hidupnya berat menyandang batu
Berjalan di atas kerikil tanpa sepatu
Katanya, cacat mentalnya tak hanya satu
Kau tahu, sejak kecil dia telah buka kartu
Dengan lawan jenis tak mau bersatu
Tapi, seorang ibu senang punya mantu
Di sana dia nasibnya tidak seperti hantu!
Kebahagiaan mereka itu yang paling penting
Apa peduliku dengan semua anggapan sinting?
Dia begitu, sama halnya punya rambut keriting
Aku telah didik anak itu supaya tahan banting
Badai dahsyat tak ganggu dahan dan ranting
Kuajari dia moral, lipatan jangan digunting
Agar hidupnya dari jalur baik tak terpelanting
Kau berani bilang anak kita tak bermoral?
Aku bilang, kau berpikir seperti kopral
Tidak bisa berpikir sendiri secara kultural
Cobalah kau bersikap seperti seorang jendral!

0 comments: