Pages

Subscribe:

Kamis, 29 Mei 2014

tajam


Penamu tajam, tulisanmu kejam
Sakitnya terasa dengan mata terpejam
Terasa pekat tiap detik, menit dan jam
Kau sembelih aku seperti seekor ayam
Lalu kau masak dengan sayur bayam
Kau bandingkan diri dengan Umar Kayam?
Sebaiknya kau pergi saja menyelam
Masuk ke dasar lautan yang dalam
Jadi gundik dewa Poseidon yang kelam!
Kau tak lebih tinggi dari kecoa
Nalurimu mencari barang tak berharga
Lalu kau garisbawahi dengan hitamnya tinta
Sebab kau tak pernah mengenal cinta
Kosakatamu penuh dengan istilah derita
Dengan itu kau malah berbangga?
Hey, engkau dengan muka badak
Yang amat senang menunggak pajak
Kau tutupi muka hitammu dengan bedak
Dari rumahmu tak berani beranjak
Bukan masalah berani atau tidak
Tapi karena kau ini bukan orang bijak!
Maka itu dengar ini kritik pedas
Agar jumawamu sedikit turun kelas
Sehingga untukmu makin nampak jelas
Takar dahulu kata-katamu dengan gelas
Supaya suaramu tidak kasar dan keras
Seperti layaknya kertas ampelas!

0 comments: