Pages

Subscribe:

Sabtu, 15 Maret 2014

Legenda Gunung Kemukus


Gunung Kemukus menjadi legenda wisata paling eksotis dan erotis di Indonesia. Betapa tidak, perbukitan yang terletak 30 kilometer arah utara kota Surakarta ini, dipercaya masyarakat sebagai tempat paling utama untuk mengadakan ritual guna mencari kekayaan. Terlebih karena ritualnya harus melakukan hubungan seks dengan lawan jenis yang bukan pasangan resminya.
Seseorang yang ingin mendapat berkah dari tempat ini, harus bisa mencari partner yang bersedia diajak berhubungan seks. Partner ini haruslah seseorang yang dikenalnya di Gunung Kemukus dan memiliki maksud yang sama. Hubungan seks ini wajib dilakukan hingga tujuh kali berturut-turut setiap malam Jumat Pon di Gunung Kemukus.
Penting untuk diperhatikan, hubungan seks ini harus dilakukan dengan orang yang sama. Jadi bila ganti orang, terpaksa harus mengulang ritual ini dari awal. Maka tidak mengherankan jika Gunung Kemukus menjadi semakin ramai dikunjungi orang yang benar-benar ingin mengejar kekayaan ataupun sekadar mencari kesenangan.
Bahkan dalam perkembangan terakhir, tempat ini juga mulai marak juga dengan praktik prostitusi. Namun, bagaimana sebenarnya asal mula tradisi ziarah seks bebas ini bermula?
Legenda Wisata Gunung Kemukus
Legenda Gunung Kemukus, bermula dari kisah cinta terlarang antara anak tiri dengan ibu tirinya. Seperti cerita sintreon, skandal cinta ini pun berjalan secara sembunyi-sembunyi.
Berawal dari Pangeran Samodra yang jatuh cinta kepada ibu tirinya sendiri, Dewi Ontrowulan. Dewi Ontrowulan yang memang masih muda, seksi, dan cantik itu pun menerima cinta Pangeran Samodra. Maka kelanjutannya bisa ditebak. Pangeran Samodra dan Dewi Ontrowulan pun menjalin hubungan cinta. Mereka menjalani hubungan ini secara diam-diam. Setiap kali ada kesempatan, mereka berdua selalu melampiaskan gairahnya.
Namun, setiap kebusukan yang disimpan, pastilah akan tercium juga. Demikian pula halnya dengan kisah percintaan ini, mereka terpergok sedang berhubungan badan. Raja sangat murka menjumpai pengkhianatan istri muda dan anak kandungnya itu.
Rasa sakit dan kemarahan karena dikhianati oleh orang-orang yang dicintainya ini, untungnya tidak dilampiaskan dengan memberikan hukuman yang kejam. Raja hanya mengusir Pangeran Samodra untuk segera meninggalkan istana, dan menjalani pengasingan di Gunung Kemusuk.
Namun, setelah sekian lama terpisah dari Pangeran Samodra, Dewi Ontrowulan tidak sanggup lagi menahan kerinduan. Dewi Ontrowulan pun akhirnya melarikan diri dari istana, menyusul kekasih hatinya, Pangeran Samodra yang sedang diasingkan di Gunung Kemukus.
Namun malang baginya, setelah susah payah melarikan diri dari Istana, hatinya justru makin teriris menjumpai kenyataan bahwa Pangeran Samodra telah meninggal dunia. Dia hanya menjumpai gundukan tanah kuburan Pangeran Samodra. Hatinya sedih bukan kepalang, dengan air mata yang mengucur deras Dewi Ontrowulan meratap-ratap mengiba.
Setelah puas dengan ratapannya, Dewi Ontrowulan pun berkata, “Andaikata tanah makam ini bisa merekah terbuka, maka aku ingin dia menelan tubuhku, agar aku bisa tetap bersama dengan kekasihku.”
Ratapan Dewi Ontrowulan ini, ternyata mendapat jawaban dari dalam tanah. Secara gaib kemudian terdengar suara yang memerintahkan agar Dewi Ontrowulan mensucikan dirinya terlebih dahulu agar bisa bersama lagi dengan kekasihnya, Pangeran Samodra di alam kubur.
Selang berapa lama, Dewi Ontrowulan pun bersuci di sebuah sendang (mata air). Selesai bersuci Dewi Ontrowulan kembali menghampiri gundukan tanah kuburan Pangeran Samodra. Begitu sampai di kuburan Pangeran Samodra, mendadak terdengar suara gaib lagi.
Barang siapa yang ingin dikabulkan apa yang jadi kehendaknya, maka kenanglah dan ikuti kisah cinta kami.”.
Seiring dengan menghilangnya suara itu, mendadak bumi berderak terbuka lebar dan dalam waktu sekejap langsung menelan tubuh Dewi Ontrowulan untuk dipersatukan dengan tubuh Pangeran Samodra di alam kubur

0 comments: