Pages

Subscribe:
Tampilkan postingan dengan label puisi budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi budaya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Mei 2014

Cara Ternak Arwana Dan Budidaya Ikan Arwana


budidaya arwana, ternak arwana,Cara Ternak ikan arwana, ternak ikan arwana, Budidaya Ikan Arwana, cara budidaya ikan arwana
Setelah sebelumnya saya berbagi info tentang  cara merawat ikan arwana, selanjutnya saya akan menginformasikan  cara ternak dan budidaya ikan arwana.  Apabila anda berencana menernakan  ikan arwana  mungkin informasi singkat  ini bisa sedikit membantu untuk menambah informasi seputar ternak ikan arwana atau budidaya ikan arwana.
Saya yakin sebelumnya anda sudah mengetahui tentang  kehidupan alami atau karakter ikan arwana, dalam artian kita paham betul kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan ikan arwana supaya pada waktu  melakukan ternak ataubudidaya ikan arwana tersebut kita tidak akan menemukan kesulitan yang berarti.
Sesuai dengan judul di atas yaitu cara ternak ikan arwana atau budidaya ikan arwana berarti akan banyak tahapan - tahapan yang akan dilakukan, namun saya disini akan menginformasikan hanya sampai tahap pemijahan, dan tahapan – tahapan berikutnya  mukin akan saya postingkan pada postingan berikutnya.

Supaya tidak terlalu lama mebaca kita langsung saja mulai tahapan – tahapan cara ternak ikan arwana atau budidaya ikan arwana di bawah ini.

Parameter air untuk ikan Arwana

pH air

Arwana dapat hidup pada selang pH cukup lebar. Namun disarankan agar mereka dipelihara sesuai dengan kondisi aslinya di alam yaitu pada selang pH netral sampai agak masam (pH 6.0-7.0).

Kesadahan

Arwana berasal dari perairan dengan kesadahan rendah, oleh karena itu direkomendasikan untuk memeliharanya pada selang kesadahan ini (GH 8°). Arwana silver dapat hidup pada kisaran GH 4-10.

Temperature 

Arwana direkomendasikan untuk dipelihara pada selang suhu 26-30° C. Seperti hal nya jenis ikan yang lain, hindari terjadinya perubahan suhu mendadak. Perubahan suhu mendadak dapat menyebabkan shock pada ikan yang bersangkutan, dan dapat memicu berbagai masalah. Suhu terlalu tingi untuk jangka waktu lama diketahui dapat menyebabkan tutup insang menggulung, hal ini akan tentu sangat mengganggu keindahan ikan tersebut.

Pencegahan

Sebaiknya di area terang tanpa sinar matahari secara langsung.

Tekhnik pemisahan skala kecil dikolam semen

Pemeliharaan induk

Induk ikan arwana dipelihara dalam kolam yang berukuran 5 x 5 m dengan kedalaman air 0,5-o,7 m. Kemudian kolam ditutup plastic setinggi 0,75 m untuk mencegah supaya tidak melompat ikan. Ruangan pemijahan dibangun dipojok perkolaman dan ditambah dengan beberapa kayu gelondongan untuk memberikan kesan alami. Batu dan kerikil dihindari karena dapat melukai ikan atau dapat tercampur pakan secara tidak sengaja.Kolam pembesaran dibangun di area tenang dan ditutup sebagian, dan dijauhkan dari sinar matahari langsung. Induk dipelihara dala kolam pembesaran hingga mencapai matang gonad.

Pengelolaan kualitas air

Kualitas air dijaga mendekati lingkungan alami arwana yaitu pH 6,8-7,5 dan suhu 27-29 C. penggantian air dilakukan sebanyak 30-34% dari total volume dengan air deklorinasi.

Pemberian pakan

Keseimbanagn gizi sangat penting bagi kematangan gonad dan pemijahan. Induk diberikan pakan bervariasi yang mengandung kadar protein tinggi. Pakan diberikan setiap hari dalam bentuk ikan/udang hidup atau runcah, dan ditambah pellet dengan kadar protein 32%. Jumlah pemberian pakan per hari adalah 2 % dari bobot total tubuh.

Kematangan gonad

Matang gonad terjadi pada umur 4 tahun dengan panjang tubuh 45-60 cm. pemijahan terjadi sepanjang tahun, dan mencapai puncaknya antara bulan Juli dan desember. Induk jantan di alam akan menjaga telur yang sudah dibuahi dalam mulutnya hingga 2 bulan ketika larva mulai dapat berenang. Arwana betina mempunyai ovarium tunggal yang mengandung 20-30 ova besar dengan diameter rata-rata 1,9 cm dengan kematangan berbeda-beda. Induk jantan dewasa juga mempunyai sebuah organ vital menyerupai testis.

Pembedaan kelamin

Juvenil sulit dibedakan jenis kelaminnya. Perbedaan akan muncul setelah ikan berukur 3-4 tahun. Pembedaan jenis kelamin diketahui melalui bentuk tubuh dan lebar mulut. Arwana jantan mempunyai tubuh lebih langsing dan sempit, mulut lebih besar dan warna lebih mencolok daripada betina.  Mulut yang melebar dengan rongga besar digunakan untuk tujuan inkubasi telur.perbedaan lain adalah ukuran kepala jantan relative lebih besar, sifat lebih agresif termasuk dalam perebutan makanan.

Kebiasaan pemijahan

Tingkah laku arwana sangat unik selama masa pengenalanlain jenis. Masa ini berlangsung selama beberapa minggu atau bulan sebelum mereka mulai menjadi pasangan. Hal ini dapat diamati pada waktu malam, ketika ikan berenang mendekati permukaan air. Arwana jantan mengejar betina sekeliling kolam, terkadang pasangan membentuk lingkaran (hidung menghadap ke ekor pasangan).
Sekitar 1-2 minggu sebelum pemijahan, ikan berenang bersisian dengan tubuh seling menempel. Terjadilah pelepasan sejumlah telur berwarna jingga kemerahan, jantan membuahi telur dan kemudian mengumpulkan telur di mulitnya untuk diinkubasi sampai larva dapat berenang dan bertahan sendiri.

Diameter telur 8-10 mm dan kaya akan kuning telur dan menetas sekitar seminggu setelah pembuahan. Setelah penetasan, larva muda hidup dalam mulut jantan hingga 7-8 minggu sampai kuning telur diserap total. Larva lepas dari mulut dan menjadi mandiri setelah ukuran tubuh 45-50 mm.
Bagi anda yang membutuhkan lebih lengkap tentang ternak atau budidaya ikan arwana ini anda bisa membaca buku sumber di bawah ini: 
Sumber Buku:
Judul Buku “Untung Besar Bisnis &Budidaya Ikan Hias” Penerbit, Araska  dan 
Judul Buku “Arwana” Penerbit, Penebar Swadaya
Sumber Gambar: www.lintas.me

Sabtu, 01 Februari 2014

Firo Alhadi

KATEGORI PUISI


Kuda Lumping

Malam merayap penuh misteri
Musik dari pinggir desa menciutkan nyali
Suara cambuk terdengar memecah sunyi
mantera mantera gaib terucap dari bibir sang ahli
asap dupa menyebar diantara wajah wajah seram
menyebarkan bau yang memuakan
beberapa orang duduk bersila
sambil menggoyangkan kepala kiri kanan,..perlahan
hingga lambat laun mengencang kejang
berdiri bagai kesetanan..
berlari diantara alunan musik yang kian menjadi
seringai tak wajar terlihat bagai kuda binal
tungtong...tungdung...tungtongtung..
orang yang ada di sekitar menarik nafas dalam
pecahan kaca di santap bagai kerupuk udang
berlari, menari, berjingkrakan
hingga terjatuh berjumpalitan
dan alunan musik perlahan memudar
tungtong,,,tungdung...tungtongtung...
suara itu makin perlahan..
lalu hilang ditelan hembusan angin dan deburan ombak laut selatan
malam kembali merapat dalam kesunyian
sejuta misteri melintasi alam pikiran

Cipatujah, sept'98