Pages

Subscribe:

Senin, 06 Oktober 2014

Perang Teluk II: Irak lawan Kuwait

Pengalaman Irak dalam Perang Teluk I diuji lagi kemampuannya dalam Perang Teluk II antara Irak melawan Kuwait yang didukung negara-negara yang tergabung dalam pasukan multinasional pimpinan Amerika Serikat. Bagi Irak tidak terlalu sulit untuk menguasai Kuwait yang waktu itu hanya memiliki tentara kurang lebih 20.000 personel, itu pun tidak semuanya terlatih dengan baik. Oleh karena itu, dalam waktu singkat Irak berhasil menduduki wilayah Kuwait tanpa ada perlawanan berarti dari pihak Kuwait. Bahkan pimpinan tertinggi Kuwait Ahmad El Sabah akhirnya lari minta perlindungan kepada Arab Saudi.

1. Sebab-sebab Perang Irak melawan Kuwait
Perang Irak melawan Kuwait atau sering di sebut Perang Teluk II disebabkan oleh faktor-faktor seperti berikut.
  1. Terjadinya pelanggaran kuota minyak oleh Kuwait, Arab, dan Uni Emirat Arab sehingga produksi melimpah, akibatnya harga minyak anjlok. Irak yang waktu itu sangat mengandalkan pendapatan negara dari sektor minyak sangat terpukul dengan peristiwa ini. Irak waktu itu sedang membangun negaranya yang rusak akibat perang dengan Iran. Sumber dana diandalkan dari minyak.
  2. Ambisi Saddam Husein untuk tampil sebagai orang yang dihormati di negara-negara Arab.
  3. Kuwait dituduh Irak mencuri minyak Irak di Padang Rumeila yang terletak di perbatasan kedua negara (dipersengketakan).
  4. Sebab khsusunya yaitu adanya serangan Irak terhadap Kuwait tanggal 2 Agustus 1990 yang berhasil menduduki wilayah Kuwait.
2. Jalannya Perang
Diawali serangan Irak terhadap negara Kuwait pada tanggal 2 Agustus 1990. Serangan ini berhasil menduduki Kuwait tanpa ada perlawanan  yang berarti dari pihak Kuwait. Sementara pemimpin tertinggi Kuwait Ahmad El Sabah yang merasa terancam keselamatannya lari minta perlindungan kepada Arab Saudi.
Invasi Irak ke Kuwait ini menimbulkan reaksi dunia internasional. DK PBB segera mengadakan sidang guna membahas situasi di Kuwait. Hasil sidang yaitu keluarnya Resolusi DK PBB No.660 yang berisi kutukan terhadap tindakan Irak menduduki Kuwait. Selanjutnya DK PBB juga memerintahkan kepada Irak agar meninggalkan Kuwait tanpa syarat. PBB memberi batas sampai 29 November 1990 untuk keluar dari Kuwait.
Karena Irak tidak mau meninggalkan Kuwait sampai batas waktu yang ditentukan, maka tanggal 14 Januari 1991 Amerika Serikat dibantu kelompok sekutunya mengadakan serangan secara membabi buta ke wilayah Irak dengan tidak kurang 20.000 ton bom dijatuhkan pesawat-pesawat Amerika, Inggris, dan Perancis. Tujuan Amerika memang tidak sekedar Irak keluar dari Kuwait, tetapi ingin menghancurkan militer dan sarana pendukung lainnya agar kekuatan Irak lumpuh.
Orang-orang Amerika yang menjadi arsitek penyerangan dan penghancuran terhadap negara Irak adalah Presiden George Bush, Menhan Dic Cheney, dan Kepala Staf Gabungan Jenderal Collin Powell. Komandan operasi serangan ditanggung oleh Kuwait dan Arab Saudi.
Setelah kekuatan Irak dihancurkan oleh tentara multinasional, Irak akhirnya menerima semua syarat yang diajukan DK PBB dan berkahirlah Perang Teluk II.
3. Akibat Perang Teluk II
Perang Teluk II yang berlangsung lebih singkat daripada Perang Teluk I, ternyata membawa akibat yang tidak kalah hebatnya dengan Perang Teluk I. Akibat-akibat itu sebagai berikut.
  1. Ladang-ladang minyak Kuwait rusak berat karena dibakar oleh Irak.
  2. Negara dan perekonomian Irak rusak berat karena gempuran tentara multinasional dan blokade ekonomi serta embargo yang diterapkan PBB
  3. Peranan Amerika Serikat semakin kuat di Timur Tengah
  4. Kekuatan Israel semakin tidak ada tandingannya.
  5. Timbulnya semangat anti-Amerika
  6. Perpecahan negara-negara Arab
  7. Irak membayar ganti rugi
  8. Irak harus mengizinkan tim inspeksi nuklir PBB memeriksa nuklir Irak
  9. Irak kena embargo ekonomi.

0 comments: