Pages

Subscribe:

Jumat, 31 Juli 2015

Tradisi Sejarah Masyarakat Indonesia sebelum mengenal tulisan


A. Tradisi Sejarah Masyarakat Indonesia sebelum mengenal tulisan
Pada masyarakat yang belum mengenal tulisan, proses pewarisan kebudayaan dilakukan melalui trades lisan. Tradisi lisan adalah pengungkapan dengan bahasa lisan dari satu generasi ke generasi yang lain terkait dengan kebisaan / adat istiadat, kepercayaan, dan nilai moral. Menurut Kuntowijoyo, tradisi lisan merupakan sumber sejarah yang merekam masa lampau masyarakat. Tradisi lisan mengandung kejadian-kejadian sejarah, nilai-nilai moral, kepercayaan, adat istiadat, cerita khayalan, pribahasa, lagu dan mantra, serta petuah leluhur. Tradisi lisan ada sejak manusia memiliki kemampuan berkomunikasi.
1.        Cara Masyarakat Indonesia Mewariskan masa lalunya pada masa sebelum mengenal tulisan
a.    Keluarga
Melalui keluarga , masa lalu diwariskan kepada generasi penerus. Pengenalan dilakukan mulai dari yang sederhana (aspek-aspek material) hingga yang rumit (aspek-aspek nonmaterial). Aspek-aspek material, misalnya benda-benda yang dapat diraba dan dilihat. Aspek-aspek nonmaterial, misalnya kepercayaan, nilai, norma, dan bahasa. Pewarisan masa lalu tersebut dilakukan melalui sosialisasi langsung (disampaikan secara lisan atau dengan dongeng) maupun sosialisasi tidak langsung (dengan  contoh dalam  hal perilaku sehari-hari)
b.    Masyarakat
Masyarakat yang belum mengenal tulisan mewariskan masa lalunya melalui beberapa cara berikut
1)       Tradisi dan adat istiadat yang mengatur perilaku dan hubungan antarindividu
2)      Nasihat para leluhur yang dilestarikan melalui ingatan kolektif anggota masyarakat. Ingatan kolektif disampaikan secara lisan turun-temurun dari satu generasi ke generasi selanjutnya.
3)     Peranan oranq yang dituakan atau pemimpin kelompok. Biasanya orang yang dituakan tersebut memiliki magis untuk menaklukkan alam.
4)     Membuat suatu peringatan melalui lukisan, perkakas hidup, dan bangunan tugu atau makam untuk memuja arwah nenek moyang. Semuanya itu dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya hanya dengan melihatnya.
5)     Masa lalu diwariskan melalui kepercayaan yang menyangkut kepercayaan terhadap roh-roh serta arwah nenek moyang. Hal tersebut termasuk sejarah lisan karena meninggalkan bukti sejarah berupa benda-benda dan bangunan peribadatan. Misalnya, menhir dan dolmen.
2.       Jejak Sejarah Masyarakat Indonesia sebelum mengenal tulisan
Jejak sejarah masyarakat Indonesia sebelum mengenal tulisan dapat ditelusuri melalui folklore, mitologi, legenda, dongeng, lagu daerah, dan upacara adat.
a.      Folklor
Folklor berasal dari bahasa Inggris, yaitu folk dan lore. Folk artinya sekelompok orang yang memiliki cirr-ciri fisik sama, sedangkan lore artinya kebudayaan yangd iwariskan secara lisan atau dengan alat bantu untuk mengingat kebudayaan itu.
Folklor memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1)       Folklor adalah adat istiadat tradisional dan cerita rakyat yang diwariskan secara  turun temurun, tetapi tidak dibukukan.
2)      Foklor diciptakan, disebarkan dan diwariskan secara lisand ari satu generasi ke generasi berikutnya.
3)     Folklor bersifat tradisional yang tersebar di wilayah tertentu dalam bentuk relative tetap dan disebarkan di antara kelompok tertentu dalam waktu yang cukup lama
4)     Folklor menjadi milik bersama dari kelompok tertentu karena pencipta pertamanya sudah tidak diketahui (anonim) sehingga setiap anggota kolektif yang bersangkutan merasa memilikinya.
5)     Folklor mempunyai kegunaan dalam kehidupan masyarakat, yaitu sebagai alat pendidik, pelipur lara, protes sosial, dan proyeksi keinginan yang terpendam.
6)     Folklor terdiri atas banyak versi, mengandung pesan moral, dan mempunyai bentuk atau berpola.
7)      Folklor bersifat pralogis, lugu dan polos
                   (Folklore dari Bali, Seorang Petani yang setia).
Menurut Jan Harold Brunvard, folklore dapat digolongkan menjadi tiga macam sebagai berikut :
1)    Folklore LIsan
Folklor lisan adalah folklore yang disebarluaskan dan diwariskan secara lisan atau oral tradition. Jenis folklore lisan, antara lain bahasa rakyat, ungkapan tradisinal (peribahasa atau pepatah), pertanyaan tradisional (teka-teki), puisi rakyat, cerita rakyat, dan nyanyian rakyat. Nyanyian rakyat memiliki kegunaan rekreatif. Artinya, nyanyian rakyat dapat berfungs untuk mengusir kebosanan hidup sehari-hari maupun untuk menghindari dari kesukaran hidup sehingga dapat menjadi semacam pelipur lara. Ungkapan tradisional adalah kalimat pendek yang disarikand ari pengalaman yang panjang, misalnya peribahasa dan pepatah. Bahasa rakyat adalah bahasa yang dijadikan sebagai alat komunikasi di antara rakyat dalam suatu masyarakat atau bahasa yang dijadikan sebagai sarana pergaulan dalam hidup sehari-hari. Misalnya, logat, dialek, kosa kata, dan julukan.
2)   Folklore sebagian lisan
Folklor sebagian lisan merupakan folklore campuran antara unsur lisan dan bukan lisan. Folklor sebagian lisan dikenals ebagai fakta sosial. Bentuk folklore sebagian lisana dalah kepecayaan rakyat (takhyul), permainan rakyat, teater rakyat, tari rakyat, pesta rakyat, dan upacara adat. Upacara adat yang berkembang di masyarakat didasarkan oleh adanya keyakinan ataupun kepercayaan masyarakat setempat. Upacara adat biasanya dilakukan sebagai ungkapan rasa terima kasih pada kekuatan-kekuatan yang dianggap ikan perlindungan dan kesejahteraan kepada mereka.
3)   Folklore bukan lisan
Folklor bukan lisan merupakan folklore yang berbentuk bukan lisan, tetapi cara pembuatannya diajarkan secara lisan. Folklor bukan lisan biasanya berbentuk material atau artefak. Jenis folklore bukan lisan adalah artitektur rakyat, kerajinan tangan rakyat, pakaian tradisional, perhiasan tradisional, obat-obatan tradisional, masakan tradisional, dan minuman tradisional. Arsitektur merupakan sebuah seni atau  ilmu merancang bangunan. Bentuk arsitektur rakyat adalah prasasti dan bangunan-bangunan suci. Kerajinan tangan rakyat awalnya dibuat hanya sekedar untuk mengisi waktu senggang dan untuk kebutuhan rumah tangga.
b.       Mitologi
Mitologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk sastra yang mengandung konsepsi dan dongeng suci mengenai kehidupan dewa dan makhluk halus pada suatu kebudyaaan. Mitos adalah cerita suatu bangsa tentang dewa dan pahlawan zaman dahulu, berisi penafsiran tentang asal-usul alams emesta, manusia, dan bangsa serta mengandung arti mendalam yang diungkapkan dengan cara gaib.
Cerita yang dimiliki setiap suku bangsa di Indonesia biasanya terkait dengan sejarah kehidupan masyarakat di suatu daerah, seperti awal mula masyarakat menempati suatu daerah. Contoh kisah yang ada  dalam mitos adlaah tentang etrjadinya alam semesta, d unia, manusia pertama, terjadinya maut, bentuk khas binatang, bentuk topografi, dan gejala alam serta petualangan para dewa, kisah percintaan , hubungan kekerabatan, kisah perang, dunia dewata, dan makanan pokok.
Mitos yang berkembang di Indonesia dibagi menjadi dua macam berdasarkan  tempat asalnya,  yaitu asli Indonesia dan dari luar negeri (terutama dari India, Arab, dan Timur Tengah). Mitos dari luar negeri umumnya telah disesuaikan atau diadaptasikan dengan lingkungan di Indonesia sehingga tidak terasa lagi keasingannya. Contoh, orang Jawa telah mengadposi dewa-dewa serta pahlawan-pahlawan Hindu sebagaid ewa dan pahlawan Jawa. Orang Jawa percaya bahwa mitos  yang berasal dari epos Ramayana dan Mahabarata terjadi di Pulau Jawa dan bukan di India.
Contoh cerita mitos, antara lain Leak dan Barong di Bali; Kisah terjadinya Gunung Batok (Gunung Bromo), Dewi Sri di Jawa Tengah dan Bali; Nyai Pohaci di Jawa Barat; Nyai Roro Kidul di Yogyakarta; Mado-Mado (lawalangi) di Nias. Berdasarkan tempat asalnya, mitos di Indonesia terbagi menjadi dua macam, yaitu asli Indonesia dan berasal dari luar negeri terutama dari India, Arab, dan Kawasan Laut Tengah. Mitos dari luar negeri umumnya sudah digubah dand isesuaikan dengan unsur-unsur lokal di Indonesia.
            (Salah satu mitos di indonesia , Myi Ratu Kidul)
c.       Legenda
Legenda adlaah cerita rakyat yang dianggap sebagai suatu kejadian yang sungguh-sungguh terjadi pada zaman dahulu
1)       Legenda bersifat sekuler atau keduniawian. Legenda terjadi pada masa yang belum begitu lampau dan bertempat di dunia seperti yang kita kenal sekarang
2)      Legenda ditokohi oleh manusia bisaa. Akan tetapi, adakalanya manusia tersebut mempunyai sifat luar bisaa dan seringkali dibantu makhluk – makhluk gaib
3)     Legenda sering dianggap sebagai sejarah kolektif atau folk history. Meskipun dianggap sebagai sejarah,  tetapi kisahnya tidak tertulis. Oleh karena itu, isi legenda dapat mengalami penyimpangan sehingga seringkali dapat jauh berbeda dengan kisah aslinya.
4)     Legenda diwariskan secara turun-temurun. Legenda biasanya berisi petuah atau petunjuk mengenai yang benar dan yang salah. Dalam legenda dimunculkan pula berbagai sifat dan karakter manusia dalam menjalani kehidupannya. Sifat dan karkater yang mencakup sifat baik dan buruk serta sifat benar dan salah dapat dijadikan pedoman bagi generasi selanjutnya.
Menurut Jan Harold Brunvard, legenda dapat digolongkan menajdi empat yaitu legenda perseorangan, legenda keagamaan (religious legend), legenda daerah setempat,d an legenda dunia gaib.
1)       Legenda keagamaan (religious legend)
Legenda keagamaan adalah legenda yang memuat kisah-kisah keagamaan. Legenda yang termasuk dalam legenda keagamaan adalah kisah orang-orang suci atau saleh (hagiografi). Meskipun hagiografi telah tertulis, tetapi kisahnya masih merupakan folklore karena versi asalnya masih tetap hidup di antara rakyat sebagai tradisi lisan. Contoh legenda keagamaan (religious legend) adalah kisah Wali Sanga dan Syekh Siti Jenar.
                                          

                                                   (Legenda Wali Songo)
2)      Legenda alam gaib
Legenda alam gaib memuat kisah yang dianggap benar-benar terjadi dan pernah dialami seseorang . Legenda alam gaib berfungsi untuk meneguhkan kebenaran takhayul atau kepercayaan rakyat. Contoh legenda dunia gaib adalah kisah tentang Kerajaan Pantai Selatan (Nyi Roro Kidul) dan kepercayaan terhadap adanya hantu, gendoruwo, sundelbolog, atau tempat-tempat gaib.
3)     Legenda daerah setempat
Legenda daerah setempat adalah legenda yang berhubungan dengan suatu tempat, nama tempat, dan bentuk topografi atau bentuk permukaan suatu daerah. Contoh legenda daerah setempat, misalnya legenda asal mula Kota Surabaya (sura:hiu dan baya; buaya) atau legenda asal mula kota banyuwangi.
                                 

                                        (Legenda Asal Mula Kota Surabaya)
4)     Legenda perseorangan
Legenda perseorangan adalah cerita mengenai tokoh-tokoh tertentu yang dianggap oleh pengarang ceritanya benar-benar pernah terjadi. Contoh legenda perseorangan, misalnya legenda Si Pitung dari Betawi.
                               

                                               (Legenda Si Pitung dari Betawi)
d.      Dongeng (Folktale)
Dongeng adlaah cerita yang tidak benar-benar terjadi. Misalnya, cerita tentang para dewa. Dongeng hanya bersifat hiburan yang pada umumnya berisi pelajarna moral atau bahkan ejekan dan sindiran. Hakikat dan inti dari dongeng disetiap daerah memiliki kesamaan pesan dan pelajaran. Dongeng terbagi menjadi dua bagian, yaitu dongeng binatang (fable) dan dongeng manusia.
Dongeng binatang adalah suatu cerita yang semua tokohnya adalah bnatang. Contoh dongeng binatang yang sudah sangat dikenal di masyarakat adalah Cerita Si Kancil. Dongeng ini mengajarkan tentang tolong menolong, penggunaan akal, dan kecerdikan. Dongeng manusia adalah cerita yang tokohnya adalah manusia atau menceirtakan kehidupan manusia. Contoh dongeng manusia adalah Ande-Ande Lumut, Si Kabayan, Bawang Merah dan Bawang Putih dan Sangkuriang.
                     

                                  (Legenda sangkuriang, Tangkuban perahu)
e.       Lagu Daerah
Lagu Daerah adalah lagu yang menggunakan bahasa daerah. Lagu daerah berkembang di daerah tertentu.
Lagu daerah memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1)       Lagu daerah terdiri atas kata-kata dan lagu yang keduanya tidak dapat dipisahkan
2)      Lagu daerah memiliki sifat mudah berubah-ubah (dapat diolah menjadi nyanyian pop)
3)     Lagu daerah beredar secara lisan di antara kelompok masyarakat tertentu dan memiliki banyak varian atau bentuk
4)     Lagu daerah memiliki bentuk sangat beraneka ragam dari yang paling sederhana sampai yang cukup rumit.
Lagu daerah memiliki fungsi sebagai berikut :
1)       Lagu daerah memiliki fungsi kreatif. Artinya, lagu daerah berguna untuk menghilangkan kebosanan hidup sehari-hari, menghibur diri, dan mengiringi permainan anak-anak
2)      Lagu daerah memiliki fungsi sebagai pembangkit semangat, terutama nyanyian utnuk bekerja. Misalnya, Holopis Kuntul Baris (Jawa Timur) dan Rambate Rata (Sulawesi Selatan )
3)     Lagu daerah memiliki fungsi sebagai protes sosial, yaitu protes mengenai ketidakadilan dalam masyarakat atau Negara bahkan dunia.
4)     Lagu daerah dapat dijadikan sebagai sarana untuk memelihara sejarah setempat dan klan.
f.        Upacara Adat
Upacara adat adalah rangkaian tidnakan atau perbuatan yang terikat pada aturan-aturan tertentu, baik aturan adat istiadat, agama, maupun kepercayaan. Contoh upacara adat di dalam masyarakat, yaitu upacara kematian / penguburan, mendirikan rumah, membuat perahu, memulai perburuan, dan pengukuhan kepala suku. Pelaksanaan upacara dat berfungsi sebagai ungkapan rasa terima kasih pada kekuatan-kekuatan dalam sekitar yang dianggap ikan perlindungan dan kesejahteraan. Selain itu, bertujuan untuk menghindarkan diri dari kemarahan kekuatan-kekuatan gaib yang dipercaya dapat berwujud berbagai malapetaka dan bencana alam. Contoh wujud upacara adat antara lain upacara Mapang Sri di Parahyangan, upacara Kasodo oleh masyarakat Tengger di Gunung Bromo, upacara, seren Taun di Kuningan dan upacara Larung Samudra melarung makanan ke tengah laut.
               


                                (Upacara Adat Suku Tengger di Bromo)

0 comments: