Pages

Subscribe:

Senin, 08 Mei 2017

Resep Es Shanghai

Setelah hampir 14 jam menahan lapar dan haus, segelas es shanghai yang segar dijamin bisa mengembalikan kesegaran tubuh anda. Secara penampilan, es shanghai hampir mirip dengan es teler. Hanya saja dari segi rasa, es shanghai tidak terlalu manis karena tidak menggunakan gula putih cair seperti pada es teler.
Meski tidak terlalu manis, namun hidangan ini tetap bisa dengan segera mengembalikan tenaga anda setelah seharian berpuasa. Kandungan bermacam-macam buah di dalamnya kaya akan fruktosa, sejenis glukosa alami yang aman bagi lambung setelah seharian kosong. Rumput laut yang disertakan dalam resep es shanghai ini juga kaya akan serat, sehingga cukup memberikan rasa kenyang sementara anda menunggu saat makan malam.
Untuk penggunaan buah, pastikan anda memilih buah-buahan yang segar dan berkualitas baik. Jika salah satu buah yang terdapat dalam resep sedang tidak ada di pasaran, anda bebas menggantinya dengan buah lain, sesuai selera anda. Dengan penampilan es yang cantik menggunung dan berwarn-warni, es shanghai bisa menjadi reward yang menarik bagi putra-putri anda yang lulus berpuasa hari ini.
–– ADVERTISEMENT ––

Resep Es Shanghai
Waktu persiapan
Waktu memasak
Waktu total
Penulis:
Macam resep: Dessert
Cuisine: Indonesia
Saran penyajian: 5
Bahan-bahan
  • 100 gr cincau hitam
  • 100 gr daging kelapa muda
  • 100 gr nangka muda, potong dadu kecil
  • 200 gr daging alpukat, potong dadu
  • 100 gr kolang kaling siap pakai, iris tipis
  • 100 gr rumput laut
  • 5 sdm sirup merah
  • 5 sdm susu kental manis
  • 500 gr es serut
Cara membuat
  1. Siapkan gelas saji.
  2. Susun cincau hitam, alpukat, kelapa muda, nangka, kolang kaling, rumput laut di dalam gelas. Tutup dengan es serut hingga menggunung.
  3. Tuangi bagian atas es serut dengan sirup merah dan susu cair.
  4. Sajikan segera.
Ciri khas dari es shanghai adalah penggunaan es serut yang menggunung di atas gelas. Agar es serut tidak mencair, persiapkan es shanghai ini kira-kira 30 menit sebeleum waktu berbuka tiba. Serut es kira-kira lima menit sebelum dihidangkan, agar tidak mencair. Selamat mencoba resep es shanghai,

Jumat, 31 Maret 2017

Di pulau ini, Sang Napoleon Bonaparte dibuang dan dimakamkan



Saint Helena. ©2014 Merdeka.com/oceanwide-expeditions.com
Merdeka.com - Siapa yang tak kenal nama besar Napoleon Bonaparte. Namun, mungkin tak banyak dari kita yang tahu di mana dia menghabiskan sisa hidupnya dan kemudian dikuburkan.
Di Saint Helena, sang kaisar menghabiskan sisa hidupnya dalam pengasingan dan kemudian wafat pada tahun 1821. Inggris membuang Napoleon ke pulau kecil itu pada tahun 1815.
Kini, wisatawan bisa mengunjungi kuburan Napoleon yang dipenuhi bunga dan juga menengok rumah yang dulu pernah ditinggalinya. Sekarang, pulau ini telah menjadi rumah bagi sekitar 4.000 warga.
Saint Helena sendiri merupakan sebuah wilayah di luar Inggris. Pulau terpencil ini terletak di selatan Samudera Atlantik, sekitar 1.950 km sebelah barat daya pesisir Afrika. Pulau yang awalnya tak berpenghuni ini pertama kali ditemukan oleh Portugis pada tahun 1502.

Longwood House, rumah Napoleon di Saint Helena.Photo credit
Saint Helena kemudian diduduki oleh Inggris selama abad ke-17, dan dalam kurun waktu yang lama telah difungsikan sebagai tempat persinggahan penting bagi kapal yang berlayar ke Eropa dari Asia dan Afrika Selatan. Namun, popularitas pulau ini sebagai pelabuhan penting semakin menurun, setelah Terusan Suez dibuka pada tahun 1869.

Photo credit
Objek wisata yang menarik untuk dikunjungi antara lain; Museum of Saint Helena;High Knoll Fort; dan dua rumah Napoleon - Longwood House and the Briars, dan juga makamnya.

Photo credit
Longwood House yang berada di kota dengan nama yang sama, adalah rumah di mana Napoleon menghabiskan sebagian besar waktunya di Saint Helena, dan juga di mana dia meninggal. Rumah ini berisi beberapa jenis furnitur yang dulunya pernah digunakan di sana, meskipun sebagian besar furnitur aslinya telah dipindahkan di tempat lain. Rumah ini sekarang dialihfungsikan sebagai museum dan dikelola langsung oleh pemerintah Prancis.

Photo credit
Karena Saint Helena adalah salah satu pulau paling terpencil di dunia - tak memiliki bandara komersial, wisatawan hanya bisa sampai ke pulau ini dengan naik kapal laut. RMS Saint Helena melewati jalur antara St Helena dan Cape Town, dan juga melewati Pulau Ascension dan Teluk Walvis, dan kadang-kadang juga berlayar ke utara Tenerife dan Portland, Inggris.

Photo credit
Kehidupan terasa begitu lambat di pulau ini. Rak-rak di mini market seringkali kosong untuk waktu yang lama, sampai kapal tiba dan membawa pasokan makanan dan kebutuhan rumah tangga.Tentu saja, di sini tidak ada jaringan seluler, dan koneksi internet sangat tidak teratur dan bahkan hilang total.
Perekonomian Saint Helena sangat lemah dan hampir seluruhnya ditopang oleh bantuan dari pemerintah Inggris. Pengangguran adalah masalah yang tak pernah bisa dipecahkan di pulau ini, dan banyak warga memutuskan untuk bekerja di luar pulau.
Keterpencilan pulau inilah yang kemudian menjadi daya tarik terbesar bagi wisatawan. Beberapa wisatawan bahkan rela naik kapal selama enam hari hanya untuk bisa mengunjungi pulau ini. Sayangnya, tahun lalu, hanya ada 3.200 pengunjung yang tiba di Saint Helena. 

Honduras Britania


Honduras Britania
Koloni Britania Raya

1862–1981
Bendera Lambang
Lagu kebangsaan
Tuhan Selamatkan Ratu
Ibu kota Belize City¹ (1862–1971)
Belmopan (1971–1981)
Bahasa Inggris, Spanyol, Garifuna, bahasa-bahasa Maya
Bentuk Pemerintahan Koloni Mahkota
Sejarah
 -  Dimukimi 1638
 -  Koloni Mahkota 1862
 -  Pemerintahan sendiri 1 Januari 1964
 -  Nama diganti 1 Juni 1973
 -  Kemerdekaan 21 September 1981
Luas 22.966 km² (8.867 mil²)
Populasi
 -  Perk. 1861[1] 25.635 
Mata uang Dollar Honduras Britania
Pendahulu Pengganti
Koloni Jamaica (1655–1962)
Belize

Krisis Rudal Kuba 1962


Krisis Rudal Kuba adalah sebuah krisis yang terjadi antara tahun 1962 yang terjadi sebagai akibat dari Perang Dingin yang terjadi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Krisis ini terjadi setelah terungkap fakta bahwa Amerika Serikat telah mensponsori sebuah serangan ke Teluk Babi milik Kuba, sebuah negara komunis di Laut Karibia. Meskipun gagal, penyerbuan ini telah menimbulkan kemarahan Uni Soviet, sebagai pemimpin komunis dunia, maupun rakyat Kuba sendiri.
Pada bulan September 1962, Nikita Khruschev, Perdana Menteri Uni Soviet, menyatakan kepada Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy bahwa setiap serangan berikutnya terhadap Kuba akan dinilai sebagai tindakan perang. Tidak lama kemudian, Uni Soviet segera menempatkan rudal-rudal berukuran sedang yang dilengkapi dengan hulu ledak nuklir di Kuba. Rudal-rudal tersebut mengancam AS karena kemampuan merusaknya yang dapat menghancurkan sebuah kota besar dalam waktu singkat setelah diluncurkan. Pada tanggal 22 Oktober 1962, Kennedy muncul di muka publik dan menuntut Uni Soviet untuk menarik rudal-rudalnya atau AS akan menyerang Kuba. Maka, dimulailah minggu-minggu yang dikenal dengan sebutan Krisis Rudal Kuba ini.
Negosiasi di antara dua musuh bebuyutan ini terjadi dengan alot karena kedua belah pihak merasa siap untuk berperang dan tidak mau mengurangi tuntutannya. Kapal-kapal perang Amerika mengepung Kuba untuk memaksakan sebuah "karantina" terhadap semua pelayaran milik kuba; pesawat-pesawat pengebom mencari posisi di Florida dan bersiaga menghadapi serangan udara. Untungnya, pada tanggal 28 Oktober 1962, Khruschev menyatakan bahwa Uni Soviet bersedia memindahkan nuklirnya asalkan AS berjanji tidak akan menyerbu Kuba.
Referensi
1.      ^ Axelrod, Alan (2009). The Real History of the Cold War: A New Look at the Past. New York: Sterling Publishing Co. ISBN 978-1-4027-6302-1. Diakses tanggal April 22, 2010.


29 Mei 1917 - 22 November 1963


Aktivitas politik


Buku




Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Sabtu, 11 Februari 2017

menyiapkan media budidaya belut



Pencampuran atau penyusunan media di dalam wadah budi daya umumnya diterapkan oleh pembudi daya belut diberbagai daerah. Cara ini mempunyai kelebihan, yaitu lebih praktis, terutama pada penggunaan wadah ukuran besar  dan skala usaha yang besar, serta tidak memerlukan wadah yang banyak. Namun kelemahannya tingkat kematangan media tidak seragam.

                           air 5 cm

                       Lumpur 10 cm


                Pupuk kandang 20 cm

            cacahan pelpah pisang 10 cm
                          jerami 15 cm


Tahapan-tahapan pencampuran/penyusunan media di dalam wadah budi daya belut adalah sebagai berikut :
  1. Siapkan semua media budi daya, lalu masukkan kedalam wadah budi daya. lalu masukkan ke dalam wadah budi daya. Media yang digunakan harus merupakan media yang matang.
  2. Media yang dimasukkan berlapis-lapis, misalnya dimulai dari jerami 15 cm, gedebog/pelepah pisang 10 cm, pupuk kandang 10 cm, lumpur 10 cm, dan air 5 cm.
  3. Selanjutnya , media dialiri air setinggi 5-10 cm dan diamkan 3-4 minggu. Apabila media mengering segera masukkan air.
  4. Untuk mengetahui media sudah matang atau belum, tancapkan sepotong bambu/kayu kedalam wadah sampai kedasar dan angkat pelan-pelan. Bila ada gelembung yang tidak berbau dan bening, berarti media sudah matang. Apabila media belum matang, maka proses pendiaman dilanjutkan agar fermentasi terjadi dengan sempurna.
  5. Setelah media matang, air dialirkan kemedia selama 3-4 hari untuk menghilangkan busa, gas, dan bahan-bahan kimia.
  6. Selanjutnya, ketinggian air di dalam wadah dipertahankan pada kedalaman 5-10 cm diatas permukaan media dan benih belut siap ditebar.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKfdMdS_StUmm91H3uWEWd9m3wwmL1mkD1r_ViWIUnd7WRd9MMvuGUfQ-V2rPCKFSguLG8RXaYzl30-Sy3cCKmN94sOPnVvVIojwupNIMu0DfPCKBGiEO6qvq4uDMg-H-Em1bzEF5I4eFo/s1600/images+(11).jpg
 Alternatif Media Budi daya Belut
Media untuk budi daya belut dibuat dari bahan-bahan berupa jerami, pelepah/gedebog pisang, lumpur/tanah humus, pupuk kandang, dan air. Belakangan digunakan pula kompos, bekatul maupun media bekas budi daya jamur atau baglog jamur Sedangkan ketinggian media, mulai dari 40 cm hingga 80 cm, kecuali untuk pendederan benih yang hanya membutuhkan media setinggi 10-15 cm. Namun, ada juga media budi daya yang ketinggiannya mencapai 100 cm.

Komposisi media budi daya belut yang digunakan oleh pembudidaya cukup bervariasi walaupun media yang digunakan tetap sama. Perbedaan ini terjadi karena faktor kondisi lokasi, kemampuan pembudi daya, wadah yang digunakan, bahan media yang tersedia, dan tentu saja pengalaman. Berikut disajikan beberapa alternatif media budi daya belut.

Alternatif 1 (paling umum dan sederhana)
Tinggi media 40-50 cm (susunan dalam wadah budi daya dari bawah keatas)
  • Tanah sawah/lumpur/tanah humus 10 cm
  • Jerami 10 cm
  • Cincangan pelepah/gedebog pisang 10 cm
  • Pupuk kandang 10 cm
  • Lumpur 5 cm
  • Air 5 cm
Alternatif 2
Tinggi media 90-100 cm.
  • Tanah sawah atau lumpur 20 cm
  • Pupuk kandang 5 cm
  • Tanah sawah atau lumpur 10 cm
  • Kompos 5 cm
  • Tanah sawah atau lumpur 10 cm
  • Jerami 15 cm
  • Tanah sawah atau lupur 20 cm
  • Cincangan gedebog pisang ditaburi sampai menutupi permukaan wadah
  • Mikrostater 1/2 liter dicampur dengan 20 liter air
Alternatif 3
Tinggi media 60 cm
    • Jerami 30%
    • Cincangan gedebog pisang 10%
    • Pupuk kandang 40%
    • Tanah sawah atau lumpur 20%
    • Air setinggi 5 cm
    • Larutan mikrostater 1/2 dicampur dengan 20 liter air
 Alternatif 4
Tinggi media 70 cm
    • Tanah sawah atau lumpur 50 cm
    • Pupuk kandang 20 cm
    • Air setinggi 5 cm
Alternatif 5
Tinggi media 60-70 cm
    • Tanah sawah atau lumpur 14,3%
    • Jerami 28,6%
    • Cincangan gedebog pisang 14,3%
    • Pupuk kandang 14,3%
    • Kompos 28,6%