
marcapada
geger karena mendengar kabar dewata akan memberikan wahyu tri manggolo.
di kerajaan hastina kegegeran ini dimulai dengan datangnya seorang
pendeta berjuluk begawan dewa kumara, begawan berwujud raksasa. dia
mengabarkan kepada sang prabu duryodana bahwa istrinya dewi banowati
mendapatkan wahyu tri manggolo. wahyu ini konon berwujud 3 buah dan
salah satunya masuk ke dalam tubuh banowati. maka gegerlah kurawa.
pertama duryodana akan mengadakan pesta besar besaran, tapi karena
diingatkan oleh prabu salya mertuanya dari mandaraka, maka hal ini
dibatalkan. karena prabu salya tahu bahwa wahyu tak akan betah jika
penerima wahyu justru bersenang senang. prabu salya juga memberikan
petunjuk bahwa wahyu akan lestari masuk dalam tubuh sang penerima jika
saratnya dipatuhi. apa itu?yaitu tidak srawung atau bergaul berhubungan
badan atau memegang lain jenis dalam jangka waktu 40 hari.
saat itu dewa kumara sang begawan pembawa kabar gembira itu mengajukan
suatu usul dan pembicaraan kepada prabu duryodana, yaitu bahwa hal itu
tak mutlak, tetapi bisa diakali dengan menebus tumbal. apakah
tumbalnya?kera putih, sipa kera putih?ya hanoman dari pertapaan kendali
sadha.itulah tumbalnya, dengan tumbal itu maka diharapkan wahyu akan
selamanya menjadi milik banowati. maka duryodana menyetujuinya, tapi
prabu salya tiba tiba memberikan petuah kepada semua yang hadir, bahwa
tak pantas wahyu dipertahankan dengan jalan menyakiti bahkan membunuh
orang lain yang tidak berdosa. begawan dewa kumara menjawab ucapan salya
dengan berkata “saya disini untuk menghadap duryodana raja hastina,
bukan salya raja mandaraka”. salya naik pitam, demikian juga prabu karna
raja ngawangga mantu salya. begawan dewa kumara ditarik oleh akrna
untuk keluar ke alun alun untuk ditantang berantem. sementara prabu
salya yang menahan amarah pamit kepada duryodana dan segera pulang ke
mendaraka.
perang tanding di alun alun terjadi. adipati karna yang merasa
mertuanya dipermalukan oleh begawan dewa kumara mengamuk. tapi segala
ilmunya tidak mempan di tubuh begawan sakti tersebut. dengan sekali
gebuk, begawan dewa kumara mengeluarkan ajian saktinya gelap sayuta, dan
adipati karna terlempar jauh ke angkasa entah kemana. patih sengkuni
datang menghadap, tadinya mau melerai, tapi melihata dipati karna
dikalahkan niyatnya batal. patih sengkuni meminta begawan menghadap raja
duryodana kembali di paseban agung.
di paseban duryodana memberikan wewenang kepada dewa kumara untuk
memimpin wadya bala hastina. dewa kumara menghaturkan trimakasih dan
segera bersiap bersama pasukan kurawa berangkat ke kendali sadha tempat
pertapaan resi hanoman. sebelum berangkat sengkuni mengabsen para
kurawa, dan diberi tahukan oleh dursasana bahwa pendeta dorna dan
anaknya aswatama tidak hadir, demikian juga raja banakeling jayadrata
juga tidak hadir.segera pasukan itu diberangkatkan ke pertapaan kendali
sadha.
di pertapaan kendali sadha anoman sedang menerima tamu para anak
pandawa, abimanyu, antasena, gatotkaca hadir. mereka hadir untuk
bertanya tentang hilangnya 2 pendawa yaitu harjuna dan para punakawan
serta werkudara dari kesatrian madukara dan yodipati.perginya para
kesatria tanpa pamit ini membuat anak anak mereka merasa kuwatir dan
berusaha mencari infi keberadaan mereka dimana. dan ahirnya mereka
sempat datang ke dwarawati, tapi ternyata kresna juga sedang tidak ada
di tempat maka segera mereka mencoba mencari ke tempat begawan anoman.
begawan anoman mengaku tidak mengetahui dimana ayah mereka berada,
belum jauh mereka berbicara, pasukan kurawa datang dan terjadilah
pertempuran di pertapaan kendali sadha. pertama para kurawa dapat
dikalahkan, tapi ketika dewa kumara maju, maka para anak anak pendawa
kewalahan dan mundur. ahirnya hanoman yang maju dan ternyata hanoman
bisa dibunuh oleh begawan dewa kumara. jazad anoman dibawa oleh kurawa
pulang ke hastina sementara anak anak pandawa kemudian bertekad membalas
dan mengambil kembali jazad anoman mengikuti ke hastinapura.
di tengah hutan arjuna dan para punakwan berjalan, naik turun bukit
masuk keluar hutan prihatin, meminta atau nyenyuwun kelimpahan wahyu
trimanggolo. sampai suatu ketika muncul macan yang besar dan berhasil
menyambar tubuh harjuna, petruk bertekad sekuat tenaga merebut harjuna
dari tangan macan dan berhasil. macan tadi ternyata bisa berbicara dan
mengaku bernama singo jalmo dan bermaksud memakan punakawan, harjuna
berkata sebaiknya macan tadi memakan dirinya sebelum makan punakawan.
dan perang tanding pun terjadi. 3 panah harjuna menembus mulut macan.
ketika akan dibuang bangkai macan tersebut, macan tersebut berubah
menjadi bhatara kamajaya. dan memebrikan wangsit bahwa wahyu trimanggolo
hak harjuna sekarang sudah diambil oleh ratu banowati, maka harjuna
disuruh untuk mengambil wahyu tersebut.
sepeninggal bhatara kamajaya, arjuna menangis tersedu sedu dipangkuan
semar. dia menangis karena merasa gagal emndapat wahyu dan bertekad
bunuh diri karena dia tak mungkin merampas wahyu dari tangan banowati.
semar dan punakawan berusaha membujuk harjuna tapi tak berhasil, dan
arjuna mencabut kerisnya siap bunuh diri. semar mencegah dan ahirnya mau
untuk memberikan jalan agar arjuna bisa mendapat wahyu tri manggolo
tersebut. punakawan dirubah menjadi gajah raksasa oleh semar, petruk
jadi kepala dan gading, gareng jadi belalai, dan bagong jadi perut dan
buntut, mereka diberi nama gajah ijo dan disuruh ngamuk di keraton
hastina, dengan permintaan dinikahkan dengan banowati. hitungan semar,
wahyu akan keluar dari tubuh banowati jika banowati bisa dikeluarkan
dari kaputren keraton hatina. karena memang wahyu itu bukan hak
banowati. maka berangkatlah gajah semar dan harjuna ke hatsinapura.
sementara di khayangan arwah anoman bertemu dengan kresna, anoman
menceritakan kejadian yang menimpanya, lalu kresna mengajak serta arwah
anoman ke kayangan alang alang kumitir, tempatnya syang hyang wenang.
karena kresna akan meminta wahyu trimanggolo, rupanya kresna
meninggalkan dwarawati untuk bertapa dan hendak meminta wahyu
trimanggolo jua.
sampai di hadapan syang hyang wenang, kresna dan anoman mengatukan
salam. lalu karena syang hyang wenang mengetahui maksud kedatanagn
mereka maka beliau langsung memebrikan jawaban tentang wahyu
trimanggolo.
wahyu ini ada 3 bagian, 2 bagian satria, dan satu bagian pamomong.
yang satu bagian milik hanoman karena kesetiaanya sejak jaman prabu rama
sampai sekarang untuk membela yang benar. dan yang 2 untuk werkudoro
dan arjuna, sebagai manggolo atau pemimpin satria yang berbudi luhur.
segera wahyu diebrikan kepada anoman. sementara kresna dinasehati bahwa
dia adalah penjelmaan wisnu oleh karena itu tak boleh ikut ikutan
meminta wahyu. kresna insyaf, lalu syang hyang wenang menitipkan wahyu
untuk werkudoro kepada kresna. hanoman disuruh kembali ke hastina dan
memebrantas angkara murka disana yang berwujud begawan dewa kumar. dan
kresna disuruh untuk mencari sang werkudoro.
maka turunlah hanoman dan kresna, mereka lalu berpisah, hanoman menuju
hastina. sementara kresna ke ngamarta. di alam ayang ayang kresna
dihadang sukma lelana sukma raga sukma begawan drona. rupanya begawan
drona hendak merebut wahyu itu untuk anaknya aswatama. terjadi
eprtempuran di awang awang. dan wahyu yang dipegang kresna terlempar ke
bumi. dalam hati kresna meminta supaya jatuh ke orang yang benar benar
pantas menerimanya. sementara dorna dibohongi oleh kresna, dorna
merampas bungkusan yang dikira wahyu dan cepat kembali ke bumi. kresna
tertawa dalam hati melihat polah drona dan segera memburu dimana wahyu
trimanggolo asli jatuh.
di sungai suci yamuna werkudoro tampak tekun bertapa, dia sedang
melakoni tapa kungkum di tengah kali dengan cara menenggelamkan badan
sampai sedada dan terus memuji dan meninggalkan makan minum, sudah
berhari hari werkudoro dalam posisi yang sama. dan hari itu sesuai
kehendak dewata dari langit turun wahyu tri manggolo yang jatuh dan
masuk ke dalam tubuh werkudoro.
kresna segera turun dan tertegun melihat werkudoro di tengah kali,
dan merasa senang karena wahyu sudah masuk dalam tubuhnya. kresna
membangunkan werkudoro dan menyadarkannya bahwa permintaannya dikabulkan
dewata dia akan menjadi manggolo senopati dalam perang bharata yudha
nanti. werkudoro bersyukur atas terkabulnya permintaanya.
werkudoro dan kresna berjalan menyusuri kali hendak menyusul
saudaranya arjuna, tiba tiba bertemu begawan sempani dan anaknya
jayadrata yang juga mencari wahyu. mengetahui wahyu diterima werkudoro
begawan sempani dan jayadrata meminta dnegan paksa dari tangan
werkudoro.
werkudoro bukan tandingan mereka, dalam satu lemparan begawan sempani
dan jayadrata dilemparkan dan terbang jatuh di banakeling. disana
begawan sempani berkata “anaku jayadrata balaslah kekalahan kita hari
ini, cari kelemahan bima, yaitu rasa sayangnya akan anaknya, terutama
terhadap ponakanya abimanyu, maka dalam bharata yudha bunuhlah abimanyu
untuk membalaskan dendam ini”.
di hastinapura gajah mengamuk, kurawa diobrak abrik, jenazah anoman yang
akan dibakar terpaksa ditinggal karena dewa kurawa begawan raksasa itu
harus menghadapi gajah ijo jadi jadian. bahkan dewa kumara dikalahkan
gajah, duryodana pun kalah dan lari ke kaputren. dia meminta banowati
untuk lari karena ada gajah edan ngamuk minta nikah dengannya.

tak dinyana banowati sangking takutnya lari ke luar istana, disana
ketemu harjuna dan langsung berpelukan, saat itu ketentuan wahyu
dilanggar dan arjuna menerima wahyu dari banowati. duryodana mengetahui
hal ini ahirnya sadar dan minta arjuna mengusir gajah edan yang
mengamuk.
anak anak putra pandawa sampai, dan bersedia untuk menghadapi gajah.
antaseno segera menyuruh punakawan untuk kembali ke wujud asal. dan
kembalilah gajah ke wujud punakawan. sementara anoman hidup kembali
setelah rohnya masuk ke dalam raganya. dan terjadilah pertarungan antara
anoman dan begawan dewa kumara. kali ini dewa kumara berubah wujud asli
arwah ganda yitma, warga alengka. maka anoman segera membawa kembali
arwah ganda yitma ke penjara di gunung kendali sada.
kresna, anoman, arjuna, werkudoro, semar, punakawan dan semua anak
pandawa yang hadir mengucapkan syukur teramat sangat kepada tuhan yang
maha kuasa. karena wahyu tri manggolo telah mereka dapatkan.
tancep kayon